Kompas.com - 09/02/2016, 11:08 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Sementara itu juga terdapat landasan helikopter yang difungsikan untuk sholat Jumat dan juga digunakan penumpang untuk menghirup udara bebas.

"Dilarang merokok di dalam ruangan. Penumpang hanya diperbolehkan merokok di luar, itu pun puntungnya dilarang dibuang di laut. Di bagian luar memang langsung melihat laut," tegasnya.

Pada malam hari, landasan helikopter disulap menjadi panggung untuk bermain musik dan stand up comedy. Sementara di geladak F khusus untuk perwira. Terdapat juga lounge perwira yang nyaman dan dilengkapi dengan televisi layar besar dan sound system yang canggih.

Pada Sail Journalis ini, longue perwira digunakan untuk diskusi Kemaritiman dengan tema "Membedah Posisi Indonesia dalam Persaingan Maritim dunia" dengan mediator jurnalis senior Arswendo Atmowiloto.

Pembicara yang hadir adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Farouk Muhammad, Wakil Ketua DPD RI. Sementara Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang juga menjadi pembicara menyusul KRI Makassar dengan helikopter setelah empat jam perjalanan.

"Saya paksakan untuk datang ke sini menyusul dengan helikopter karena tahu saya bicara di depan para jurnalis. Saya ingin jurnalis juga mengambil peran untuk pembangunan Indonesia dengan tulisan-tulisan yang berkualitas dan mencerahkan untuk masyarakat," kata Panglima TNI.

Sabtu, 6 Februari 2016, pengumuman dari pengeras suara terdengar di seluruh ruangan mengarahkan agar peserta Sail Journalis menuju ke bagian dek kapal dengan membawa barang bawaan karena KRI Makassar sudah berlabuh di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI KRI Makasar 590 berlabuh Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (7/2/2016), usai menurunkan penumpang menggunakan kapal kecil untuk menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Mataram.
Setiap peserta mendapatkan life jacket dan dipersilahkan untuk masuk kapal kecil yang berada di lambung kapal yang sudah dialiri air laut. Kapal tersebut yang membawa para penumpang merapat ke Pelabuhan Lembar.

"Bagian belakang sengaja ditenggelamkan agar kapal yang lebih kecil bisa keluar dari lambung. KRI Makassar tidak bisa merapat ke pelabuhan karena kedalamannya kurang," jelas Elmondo.

Perjalanan dari tempat berlabuh KRI Makassar menuju Pelabuhan Lembar kurang dari 20 menit. Setelah 24 jam di atas KRI Makassar akhirnya peserta Sail Journalis menginjakkan kaki di Pulau Lombok disambut dengan gendang beleq. Selamat datang di "Pulau Seribu Masjid".

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Helikopter yang akan tinggal landas di KRI Makassar 590, Jumat (5/2/2016). Kapal ini membawa rombongan media berlayar dari Surabaya menuju Lombok terkait Hari Pers Nasional (HPN) 2016.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.