Jalan-jalan di Glodok, Jelajah Kelenteng Tua Hingga Pasar Unik

Kompas.com - 15/02/2016, 14:09 WIB
Klenteng Dharma Bhakti merupakan klenteng tertua yang berada di kawasan Jakarta, Minggu (7/2/2016). Kompas.com/Ersianty Peginusa WardhaniKlenteng Dharma Bhakti merupakan klenteng tertua yang berada di kawasan Jakarta, Minggu (7/2/2016).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan Glodok, Jakarta, menyimpan sejarah yang panjang. Kawasan yang saat ini menjadi pusat bisnis ternyata dulunya merupakan bekas tempat isolasi kaum Tionghoa.

Kini Glodok menjadi kawasan Pecinan dan sebagai pusat perdagangan. Sebelumnya, bagaimana cerita awal namanya bisa menjadi Glodok?

“Awalnya, karena dahulu daerah sini dikelilingi oleh banyak kicir air yang bunyinya glojok-glojok, hingga pada akhirnya diplesetin menjadi Glodok, dan diberi nama lah Glodok sebagai nama kawasan ini,” kata Ira Lathief, salah satu pemandu wisata acara "Jakarta Food Adventure", saat berkunjung ke kawasan Glodok, Jakarta, Minggu (7/2/2016).

Sebagai Pecinan, kawasan Glodok mayoritas dihuni oleh warga keturunan Tionghoa. Kebanyakan dari mereka bersama keluarganya bermukim di bagian lantai atas. Sedangkan di lantai bawah, mereka manfaatkan menjadi ruang usaha. Bisa dikatakan, itulah gaya hidup orang Tionghoa yang tidak suka hidup boros.

Bila diperhatikan, nama-nama jalan di kawasan Glodok banyak mengandung nilai positif, seperti Kemenangan, Kesehatan, Kebahagiaan. Orang Tionghoa percaya, pemberian nama yang bagus, perubahan yang bagus, akan mengantarkan mereka ke kehidupan yang lebih bagus pula.

Beberapa sisa-sisa bangunan yang terlihat di wilayah pecinan pun di antaranya Rumah Saudagar Tembakau dan sejumlah toko yang sudah ratusan tahun, tak juga ketinggalan Pasar Petak Sembilan.

Perjalanan bersama "Jakarta Food Adventure" pun dimulai melewati sebuah pasar tradisional dengan nuansa China. Perjalanan juga melewati kawasan Gloria yang terkenal dengan ragam jenis kuliner.

Kompas.com/Ersianty Peginusa Wardhani Pasar Petak Sembilan bagian kering yang menjual ragam jenis kue, camilan, dan permen, Minggu (7/2/2016).
Di Pasar Petak Sembilan, dibagi menjadi dua bagian, yakni bagian kering dan bagian basah. Bagian basah terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan daging. Sedangkan untuk bagian kering, terdapat ragam jenis kue, permen, camilan.

Uniknya, di pasar ini juga dapat ditemukan penjual yang tidak biasa ditemui di pasar lainnya. Seperti pedagang yang menjual daging swike alias kodok hingga bulus.

Menyusuri Pasar Petak Sembilan, terdapat sebuah kelenteng yang bisa dikatakan sebagai kelenteng tertua yang berada di kawasan Jakarta. Terletak di Jalan Kemenangan III, kelenteng Dharma Bhakti didirikan pada tahun 1650 oleh Letnan Kwee Hoen yang dahulunya diberi nama Koan-Im Teng.

Kelenteng ini merupakan salah satu dari empat kelenteng besar yang berada di bawah pengelolaan Kong Koan atau Dewan Tionghoa. Keempat kelenteng itu adalah Kelenteng Goenoeng Sari, Kelenteng Toa Peh Kong (di Ancol), Kelenteng Jin Deyuan sendiri serta kelenteng Hian Thian Shang Te Bio di Tanah Tandjoeng (sekarang sudah musnah).

“Dharma Bhakti merupakan nama Indonesia-nya, tapi orang sini masih menyebutnya dengan Jin De Yuan. Dan siapakah yang menjadi dewi utama di sini? Yakni Dewi Koan-Im (Dewi Welas Asih). Karena pada saat peristiwa Tragedi Pembantaian Angke, hanya patung itu yang tersisa,” jelas Idfi Pancani, pemandu wisata "Jakarta Food Adventure".

Selanjutnya, bila Anda melihat gereja dengan gaya arsitektur yang khas, itu merupakan Gereja Santa Maria De Fatima. Gereja ini dibangun dalam bentuk gedung besar kediaman seorang pejabat Tionghoa dengan bentuk atap ian boe heng (ekor walet) dan dikawal sepasang shi shi (singa batu).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Weekend di Waterpark Baru Area Bekasi, Coba 10 Wahana Berikut

Weekend di Waterpark Baru Area Bekasi, Coba 10 Wahana Berikut

Jalan Jalan
Jajan di Festival Kuliner Indomaret, Rp 40.000 Dapat Apa?

Jajan di Festival Kuliner Indomaret, Rp 40.000 Dapat Apa?

Makan Makan
Festival Kuliner Indomaret di Solo, Serba Rp 10.000

Festival Kuliner Indomaret di Solo, Serba Rp 10.000

Makan Makan
Berkunjung ke Javanese Food Festival, Jangan Lupa Cicipi 6 Jajanan Khas Jawa Ini

Berkunjung ke Javanese Food Festival, Jangan Lupa Cicipi 6 Jajanan Khas Jawa Ini

Makan Makan
Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang

Itinerary Weekend di Banda Aceh, Jelajah Sekitar Blang Padang

Jalan Jalan
Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Glamping Resort Baru di Nusa Penida, Hadir di Tengah Hutan

Jalan Jalan
Kopi Kangen Luncurkan Varian Minuman Non Kopi Bernama Kangen Berat

Kopi Kangen Luncurkan Varian Minuman Non Kopi Bernama Kangen Berat

Whats Hot
Akhir Pekan, Yuk Mampir ke Festival Makanan Jawa di Mal Mangga Dua

Akhir Pekan, Yuk Mampir ke Festival Makanan Jawa di Mal Mangga Dua

Whats Hot
McDonald's Indonesia Bongkar Rahasia Dapur di Kampanye Terbaru

McDonald's Indonesia Bongkar Rahasia Dapur di Kampanye Terbaru

Makan Makan
Takut Liburan Saat Wabah Virus Corona? Astindo Travel Fair 2020 Beri Kupon Ganti Jadwal Penerbangan

Takut Liburan Saat Wabah Virus Corona? Astindo Travel Fair 2020 Beri Kupon Ganti Jadwal Penerbangan

Whats Hot
Harga Paket Wisata Domestik di Astindo Travel Fair 2020, Mulai Rp 500.000-an ke Bali

Harga Paket Wisata Domestik di Astindo Travel Fair 2020, Mulai Rp 500.000-an ke Bali

Whats Hot
3 Destinasi Wisata Indonesia yang Paling Terdampak Isu Virus Corona

3 Destinasi Wisata Indonesia yang Paling Terdampak Isu Virus Corona

Whats Hot
Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Astindo Travel Fair 2020

Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Astindo Travel Fair 2020

Travel Tips
Virus Corona, Bupati Samosir Optimistis Target Wisatawan 2020 Terpenuhi

Virus Corona, Bupati Samosir Optimistis Target Wisatawan 2020 Terpenuhi

Whats Hot
5 Promo Tiket Pesawat Terbaru dari Sriwijaya Air

5 Promo Tiket Pesawat Terbaru dari Sriwijaya Air

Promo Diskon
komentar di artikel lainnya
Close Ads X