Kompas.com - 19/02/2016, 13:14 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Ambon menargetkan tahun di 2016 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke ibu kota Provinsi Maluku itu akan naik menjadi 4.500 hingga 5.000 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Hendry Sopacua mengungkapkan, pada tahun 2015 kunjungan wisman ke Kota Ambon mencapai 4.000 orang, sedangkan wisatawan domestik mencapai 24.000 orang.

“Setiap tahun target kunjungan wisman naik dan untuk tahun ini target kita 4.500 sampai 5.000 wisatawan yang datang ke Ambon,” ungkap Hendry kepada KompasTravel, Kamis (18/2/2016).

Hendry mengaku sejauh ini kunjungan wisatawan ke Kota Ambon terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu pihaknya akan terus berupaya untuk membenahi sejumlah lokasi pariwisata di Ambon termasuk juga infrastruktur pendukung.

“Dengan segala keterbatasan yang ada kita tentu akan membenahi sejumlah obyek wisata yang ada di Ambon agar wisatawan dapat menikmati keindahan kota ini,” ujarnya.

Hendry memaparkan, selama ini kunjungan wisman ke Kota Ambon selalu didominasi wisatawan asal Belanda dan Australia. Meski begitu ada sejumlah wisatawan dari beberapa negara seperti Singapura, China, Kanada dan sejumlah negara lain juga selalu mengunjungi Ambon.

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN Kapal pesiar L'Austral du Ponant singgah di pesisir pantai di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, selama lebih kurang dua jam, Jumat (6/3/2015) petang. Kapal asal Perancis dengan bobot mati 10.098 gros ton dan panjang 145,21 meter itu membawa 200 wisatawan dari sejumlah negara serta 140 kru kapal.
"Sejauh ini kunjungan wisatawan ke Ambon masih didominasi oleh wisatawan dari Belanda dan Australia, itu karena memang ada hubungan sejarah dan emosional mereka dengan Maluku,” katanya.

Menurut Hendry, setelah suskes menggelar acara "Mangente Ambon" atau "Datang dan Mengunjungi Ambon" pada tahun 2015 diharapkan kunjungan wisman ke kota Ambon akan terus meningkat.

"Jadi setelah Mangente Ambon, ke depan wisatawan datang ke Ambon bukan karena event semata namun mereka tertarik dengan panorama pariwisata di kota ini,” tambah Hendry Sopacua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.