Kompas.com - 20/02/2016, 08:02 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

BOGOR, KOMPAS.com - Bagi pecinta kuliner, terutama bakso di Bogor pasti sudah familiar dengan nama Bakso PMI. Salah satu yang membuatnya tetap menjadi juara bakso ialah komposisi daging yang tidak masuk akal sehingga pemilik rela tidak mengharapkan untung dari baksonya.

Tidak berlebihan rasanya jika menyebut bakso PMI salah satu jawara bakso di Bogor sejak puluhan tahun lalu. Terkenal dengan bakso rudal besarnya yang kaya akan daging membuat kedai yang berlokasi di Jalan Pandu Raya ini tidak pernah sepi pengunjung.

Berada di akhir Jalan Pandu Raya, yang merupakan salah satu jalur kuliner di Kota Bogor. Untuk menuju ke sini, hanya menempuh 20 menit dari gerbang tol Baranangsiang. Melewati Jalan Pajajaran, Anda bisa masuk lewat Indraprasta, atau Bogor Lakeside.

Marini yang merupakan pemilik Kedai Bakso PMI Pandu Raya dan Malabar, mengatakan sangat menjaga kualitas dan resep yang diturunkan orang tuanya.

Dari mulai pemilihan daging, belanja bahan baku hingga pengolahan masih dilakukan olehnya. Terutama komposisi daging di bakso tersebut tidak boleh meleset ujarnya.

“Daging itu menentukan semuanya kalau di bakso, makanya saya harus turun tangan. Apalagi di sini komposisi 60 kilogram daging di hari biasa hanya dicampur dengan 2,5 kilogram sagu, dan sisanya bumbu,” ungkapnya kepada KompasTravel, Selasa (17/2/2016).

Wanita asal Wonogiri ini menambahkan, dirinya memang tidak terlalu mengharapkan untung dari baksonya, demi menjaga keaslian resep dari ayahnya tersebut.

Apalagi dengan harga daging yang meningkat terus, Marini memilih mengharapkan untung dari pelengkap si bakso tersebut, seperti minuman dan kerupuk yang dibuat sendiri oleh kedai baksonya.

Hari Senin sampai Kamis, Bakso PMI menghabiskan 50 sampai 60 kilogram daging dan 25 kilogram urat untuk isi baksonya. Sedangkan untuk hari Jumat sampai Minggu, bisa satu kuintal daging sapi segar dan 40 kilo gramurat.

Daging yang digunakan hanya beberapa bagian dari sapi, sesuai resep ajaran orangtuanya. Yaitu bagian penutup atau betis belakang sapi, amusir, dan daging lapis yang didapatkan dari tukang daging besar langganannya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.