Kompas.com - 20/02/2016, 17:12 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
BOGOR, KOMPAS.com - Bakso jajanan semua kalangan, nampaknya benar terbukti pada bakso yang satu ini. Di daerah pecinan Bogor, tepatnya Jalan Suryakencana terdapat gerobak bakso yang mempunyai pelanggan artis ternama hingga politisi, bahkan pejabat setingkat menteri.

Bakso Kikil Pak Jaka, tepatnya sebelum perempatan Gang Aut, Jalan Suryakencana nomor 287, Bogor, Jawa Barat. Jalan satu arah tersebut bisa anda lewati mulai dari Pasar Bogor atau pintu utama Kebun Raya Bogor, tidak sampai 200 meter maka bakso ini berada di sebelah kiri jalan.

Sepintas tampilannya sangat sederhana, menggunakan gerobak kayu beroda dua yang parkir di depan toko olahraga. Di bagian atas gerobak tersebut terlihat kotak berisikan kikil dan potongan daging segar.

Walaupun tampilannya yang sederhana, cita rasa dari bakso ini sudah tidak diragukan. Terbukti dari banyaknya artis yang sering menyantap bakso urat dengan potongan kikil dan daging tersebut.

Hal ini diakui oleh para pedagang di sekitarnya yang sering bertemu artis pelanggan Bakso Kikil Pak Jaka.

Saiful anak kandung pak Jaka pencetus resep bakso kikil, yang setiap harinya menjual bakso tersebut.

Dia bersama para pedagang lain seolah berlomba menyebutkan nama-nama artis yang pernah berkunjung ke gerobak baksonya itu kepada KompasTravel saat disambangi, Selasa (16/2/2016) malam.

“Wah banyak mas, saya sudah lupa. Yang saya ingat itu Nabila Syakieb, Laudya Cynthia Bella pas masih sama Ananda Mikola, Bondan Winarno, Yulia Rachman, Vonny Cornelia sama keluarganya, terus Pasha Ungu, lainnya saya lupa,” ujar Sayful.

Asep, seorang penjual kripik dan para pedagang di sekitarnya menambahkan daftar orang terkenal yang pernah membeli Bakso Kikil tersebut.

Ada desainer ternama Adjie Notonegoro, pengacara Farhat Abbas, musisi gitaris band Riff Jikun, dan menteri asal Bogor. Namun, semua lupa ketika ditanya siapa nama menteri tersebut.

Buka pada pukul 10.00 pagi lapaknya kerap sudah ditunggu-tunggu oleh pembeli pada akhir pekan. Jangan kaget ketika jam-jam makan atau istirahat para pembeli rela antre bahkan makan sambil berdiri.

Itupun yang kerap dilakoni para artis ketika berkunjung ke Bakso Kikil Pak Joko ini.

Namun, tampaknya Anda harus datang sebelum malam, karena bakso ini tidak memiliki jam tutup yang tetap. Ketika enam sampai delapan kilo daging bakso ludes terjual, maka lapaknya pun akan tutup.

Untuk menebus rasa penasaran, KompasTravel sempat mencicipi semangkuk bakso yang tersohor ini. Bakso berukuran sedang bertabur potongan kikil dan daging di atasnya, membuat tampilannya menggugah selera.

Perpaduan yang pas ketika bakso bertekstur sangat lembut tapi padat, bercampur kikil yang renyah di mulut.

Mempertahankan berjualan dengan gerobak bukan tanpa alasan. Saiful mengaku pernah berpindah tempat dan membuka cabang dengan ruko besar, tapi malah sepi pengunjung.

"Dulu pernah pindah-pindah tempat sama buka cabang juga pake ruko di Pajajaran, Gadog, Merdeka, dan Jambu Dua, tapi malahan sepi pengunjung," ujar Saiful.

Dia menceritakan bahwa, usaha yang dirintis keluarganya tersebut merupakan korban krisis ekonomi 1998. Sejak tahun 1980an pada awalnya keluarganya merupakan turunan pedagang daging sapi.

Ketika krisis melanda, orang tuanya kehilangan dua kios daging, sehingga Saiful harus menambah penghasilan lewat berdagang bakso. Ilmu resep baksonya pun didapat dari pelanggan daging ayahnya, yang mayoritas penjual bakso dan soto di Bogor.

KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL A Bakso Kikil Pak Jaka di Jalan Suryakencana nomor 287, Bogor, Jawa Barat.
Hingga saat ini pasokan daging dan kikil yang digunakan, masih berasal dari pengusaha ternak pemasok daging orang tuanya. Kualitas yang terpercaya, membuatnya tidak mau berpindah tempat.

Saiful hanya menggunakan daging bagian penutup atau paha belakang pada sapi. Sedangkan kikilnya hanya mengambil dari bagian betis kaki sapi karena bagian ini bebas dari lemak.

Selanjutnya diproses melalui empat kali tahapan termasuk menggunakan presto dengan waktu yang pas, membuatnya renyah di mulut.

Daging dan kikil di sini sangat sedikit kadar lemaknya. Saiful membeberkan resepnya, bahwa daging yang tercampur dengan lemak di bakso akan tidak enak tekstur dan rasanya.

“Kebiasaan saya turun temurun resepnya pilih daging dan kikil yang terpisah dari lemak. Karena pengaruh ke tekstur bakso dan rasanya. Terlebih mengurangi risiko kolesterol,” ujarnya.

Alasan memilih daging dan kikil yang bebas lemak, juga karena pelanggannya sejak dulu banyak dari kalangan orang tua, yang sangat berhati-hati dengan kolesterol.

Oleh karena itu Saiful menjamin baksonya rendah kolesterol dibandingkan bakso lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengunjung Antusias Kunjungi Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Api di Jakarta

Pengunjung Antusias Kunjungi Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Api di Jakarta

Travel Update
6 Pantai di Bali Barat, Asri dan Belum Banyak Dikunjungi

6 Pantai di Bali Barat, Asri dan Belum Banyak Dikunjungi

Jalan Jalan
Paspor Biasa dan Elektronik Sama-sama Sah, Bisa ke Negara Mana Pun

Paspor Biasa dan Elektronik Sama-sama Sah, Bisa ke Negara Mana Pun

Travel Update
Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Travel Promo
Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Travel Update
DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

Travel Update
Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.