Sapi versus Ayam dalam Semangkuk Bakso

Kompas.com - 20/02/2016, 19:41 WIB
Seporsi bakso Kuning Gading berisi tiga butir bakso sapi dengan potongan ayam kampung yang disajikan warung bakso Kuning Gading, Jalan Abu Bakar Ali no 2A Kotabaru, Yogyakarta. KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWISeporsi bakso Kuning Gading berisi tiga butir bakso sapi dengan potongan ayam kampung yang disajikan warung bakso Kuning Gading, Jalan Abu Bakar Ali no 2A Kotabaru, Yogyakarta.
|
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bakso adalah salah satu jenis makanan yang dapat dijumpai di mana pun, mulai dari gerobak bakso keliling, warung kaki lima di pinggir jalan, hingga bakso yang dijual di dalam mall.

Penjual bakso harus memiliki ciri khas tersendiri agar produk yang dijualnya menarik hati para pembeli. Strategi tersebut yang dilakukan oleh Abidin (57) yang menjual bakso sejak tahun 1981.

“Pertama kali saya berjualan bakso keliling menggunakan gerobak berwarna kuning, yang menjadi asal mula sebutan ‘Bakso Kuning Gading’ yang saya jual sampai sekarang. Saat ini gerobak itu masih dipakai untuk berjualan,” ujar lelaki paruh baya ini.

Setelah tiga tahun berjualan keliling di wilayah Kotabaru, Yogyakarta, Abidin memutuskan untuk berjualan bakso dengan tenda di pinggir jalan.

Baru pada tahun 1998, lelaki dengan dua anak ini mulai berjualan di rumah yang disulap menjadi warung sederhana.

“Saya dari awal usaha, ingin menjual bakso yang berbeda dengan bakso lainnya. Jadi dalam seporsi bakso kami tambahkan potongan babat sapi,” ujar Abidin.

Seiring waktu, Abidin menjual dua jenis menu lain selain bakso babat. Pertama, bakso dengan potongan ayam kampung yang cukup banyak dalam satu porsinya. Kedua, bakso otot yaitu seporsi hidangan dengan tiga butir bakso urat.

“Mangkuk yang saya gunakan pun bukan mangkuk bergambar ayam jago seperti yang lain, melainkan mangkuk putih yang lebih lebar sebagai cara saya menghargai konsumen. Supaya nyaman saat orang makan,” ujar lelaki yang tinggal di Sleman ini.

KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI Warung bakso Kuning Gading berlokasi di Jalan Abu Bakar Ali no 2A Kotabaru, Yogyakarta.
Dalam seporsi bakso dengan harga Rp 18.000, pembeli bisa menikmati tiga butir bakso dari daging sapi asli, sebutir bakso goreng, mi, dan potongan ayam atau babat sesuai pilihan Anda.

Daging ayam kampung yang dipotong suwir dengan potongan bakso benar-benar memanjakan lidah KompasTravel. Apalagi jika ditemani dengan minuman es tape andalan warung bakso ini.

Bagi Anda yang ingin mencicipi bakso Kuning Gading ini, silakan datang ke Jalan Abu Bakar Ali Nomor 2A, Kotabaru, Yogyakarta. Warung dengan cat berwarna kuning ini terletak di sebelah selatan Gereja Kotabaru.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X