Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/02/2016, 06:30 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim ekspedisi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) berhasil menuntaskan pengarungan Sungai Ae Dikit pada Kamis (18/2/2016) pukul 17.45 WIB di Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Tim ekspedisi mengarungi Sungai Ae’ Dikit dengan jarak tempuh 53.45 Km yang terdiri dari 5 section pengarungan, yang dimulai dari Jembatan Grao (Batang Nyabu-Batang Langkup) di perbatasan Desa Renah Kemumu dan Tanjung Kasri.

"Kami berharap ekspedisi ini dapat meningkatkan minat serta semangat masyarakat dalam mengelola potensi sungai yang ada di Indonesia," kata Wakil Ketua Mapala UI, Meyfitha Dea di Depok, Jumat (19/2/2016).

Ia mengatakan tim ekspedisi melewati total 26 jeram utama dengan kondisi medan pengarungan didominasi dengan kontur tebing dan penyempitan aliran sungai. Hal itu disebabkan karena areal sungai terletak pada kawasan hulu di tengah hutan primer Taman Nasional Kerinci Seblat.

"Pengarungan dimulai terhitung tanggal 9 Februari 2016 dengan debit air yang tinggi hingga dua kali lipat dari hasil pemetaan. Cuaca didominasi hujan intensitas sedang-tinggi pada bagian hulu sungai," jelasnya.

Arsip Mapala UI Tim ekspedisi Mapala UI di titik akhir pengarungan Desa Penarik, Bengkulu, Jumat (19/2/2016).

Hasil pemetaan sungai

Sebelum melakukan pengarungan, tim memetakan jeram terlebih dahulu pada tanggal 1 Februari hingga 7 Februari 2016 untuk memudahkan tim melakukan pengarungan. Dea menceritakan dengan berakhirnya pengarungan ini tim juga berhasil memetakan jeram-jeram Sungai Ae Dikit.

"Karakteristik dari sungai Ae Dikit pada section 1 didominasi dengan bentukan jeram yang bersifat kontinus. Sedangkan pada section 2 pengarungan yang dimulai dari pertigaan Muara Mendikit dan diakhiri di perbatasan Jambi dan Bengkulu memiliki gradient tertinggi dari keseluruhan section.  Sehingga section ini menjadi section paling ekstrem di sungai Ae Dikit," ungkap Dea.

Sementara pada section 3, karakteristik jeram cenderung pool and drop dengan kondisi daerah aliran hutan primer TNKS yang di akhir section berbatasan dengan perkebunan sawit. Pada section 4 dan 5 kondisi jeram cenderung flat namun dengan arus yang cukup deras mengingat kawasan hulu yang membentang di kawasan hutan hujan tropis dataran tinggi dengan intensitas hujan cenderung sedang-tinggi.

Selain pemetaan dan pengarungan first descent sungai Ae’ Dikit, Dea menceritakan tim ekspedisi berusaha menguak kehidupan masyarakat marga Serampas di hulu Ae’Dikit di Desa Renah Kemumu, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin.

De menambahkan, eksplorasi sosial budaya yang dilakukan merupakan upaya untuk memahami lebih jauh mengenai kehidupan marga Serampas yang hidup berdampingan langsung dengan alam di sekitar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Travel Update
Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Travel Update
Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Travel Update
Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Travel Update
Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Travel Tips
Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary
Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Travel Tips
Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Jalan Jalan
Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Kebun Raya Baturraden Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Kebun Raya Baturraden Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
5 Tempat Wisata Populer di Hokkaido Jepang, Bisa Lihat Bunga Lavender

5 Tempat Wisata Populer di Hokkaido Jepang, Bisa Lihat Bunga Lavender

Jalan Jalan
Indonesia Serahkan Kepemimpinan ASEAN Tourism Forum ke Laos

Indonesia Serahkan Kepemimpinan ASEAN Tourism Forum ke Laos

Travel Update
4 Tempat Wisata Populer di Nagano Jepang, Ada Pemandian dengan Monyet

4 Tempat Wisata Populer di Nagano Jepang, Ada Pemandian dengan Monyet

Jalan Jalan
4 Tips ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok, Datang Pukul 16.00 WIB

4 Tips ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok, Datang Pukul 16.00 WIB

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+