Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wih Terjun Bur Bulet, Keindahan Alam di Aceh Tengah

Kompas.com - 23/02/2016, 07:28 WIB
Kontributor Takengon, Iwan Bahagia

Penulis

TAKENGON, KOMPAS.com - Sesuai namanya, Wih Terjun, adalah salah satu Kampung di Kecamatan Pegasing Aceh Tengah, Aceh, yang berarti Kampung Air Terjun, berada sekitar 22 kilometer dari pusat kota Takengon, ibu kota daerah itu.

Keindahan alam yang tersembunyi di Kampung Wih Terjun, akan memberikan kepuasan tersendiri bagi siapa pun yang menyambanginya. Masyarakat sekitar menamai Air Terjun Bur Bulet, dengan ketinggian 25 meter. Bur Bulet adalah nama Bukit dalam bahasa Gayo diartikan Bukit Bulat.

Biasanya masyarakat di daerah pegunungan ini memberikan nama gunung atau bukit sesuai dengan bentuknya. Bisa jadi Air Terjun Bur Bulet dinamai karena pegunungan tempat air terjun itu berasal tampak terlihat bulat. (Baca: Rinjani, Harmoni Alam, Manusia, dan Tradisi)

Sayangnya, keindahan Air Terjun serta lanskap kawasan itu belum tersentuh pembangunan dari pemerintah daerah. Padahal air terjun ini menurut masyarakat, layak untuk dijadikan daerah kunjungan wisata.

Saat KompasTravel mendatangi langsung lokasi wisata itu, air terjun ini masih tampak alami tetapi belum terawat dengan maksimal. Demikian pemandangan alam sekitar yang masih hijau dan asri, sehingga memberikan kepuasan tersendiri bagi siapa pun yang berada disekitar lokasi.

Reje atau Kepala Desa Kampung Wih Terjun, Puasa, Minggu (21/2/2016) mengatakan, pihaknya berencana membangun tangga agar memudahkan masyarakat menuju lokasi itu.

"Sebagian dana desa akan kita anggarkan untuk mengembangkan lokasi wisata itu. Namun itu saja tidak cukup, perlu juga dukungan anggaran atau bangunan fisik dari pemerintah Aceh Tengah," kata Puasa. (Baca: Wow! Eksotisme Air Terjun Tujuh Tingkat)

Puasa atau akrab disapa Zeki ini juga memaparkan, sejak tahun 2012, Bupati Aceh Tengah kala itu telah melihat langsung air terjun tersebut. Bahkan sejumlah ibu-ibu pejabat beberapa periode juga telah menyaksikan keindahan alam di kampung itu, namun tetap saja tidak ada pembangunan untuk mengembangkan lokasi wisata air terjun itu.

"Saat konflik Aceh, air terjun ini sudah tidak lagi menjadi perhatian. Namun sekarang masyarakat sekitar sangat membutuhkan pembangunan berkelanjutan untuk lokasi wisata Wih Terjun," ujar Zeki.

Apabila pengembangan lokasi wisata ini dilakukan pemerintah daerah, tambah Zeki, paling tidak masyarakat memiliki aset kampung, yang pengelolaannya dapat dilakukan oleh masyarakat, utamanya pemuda setempat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Travel Update
Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com