Unik, Ada Toilet di Atas Gunung Papandayan

Kompas.com - 25/02/2016, 14:07 WIB
Dua orang pendaki memanfaatkan toilet di Pos Pondok Salada, Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/2/2016). Toilet di Pondok Salada mulai bisa digunakan oleh pendaki sejak tahun 2014. Wahyu Adityo Prodjo / KOMPAS.comDua orang pendaki memanfaatkan toilet di Pos Pondok Salada, Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/2/2016). Toilet di Pondok Salada mulai bisa digunakan oleh pendaki sejak tahun 2014.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

GARUT, KOMPAS.com — Saat mendaki gunung, urusan buang hajat kerap menyulitkan pendaki. Mereka harus mencari tempat "tersembunyi", seperti di balik semak-semak ataupun di dalam hutan yang tak terlewati oleh pendaki lain.

Namun, salah satu gunung di Jawa Barat "menepis" anggapan tersebut. Pendaki bisa memenuhi kebutuhan ini dengan nyaman karena adanya fasilitas kloset dan air bersih yang terus mengalir.

Adalah Gunung Papandayan yang menyediakan fasilitas toilet di atas gunung untuk para pendaki. Di beberapa titik jalur pendakian, pendaki bisa memanfaatkan toilet yang tersedia dengan biaya sukarela yang nantinya akan digunakan untuk perawatan toilet.

(Baca juga: Mau Mendaki Gunung Papandayan? Baca Tips Ini Dulu...)

Pendaki bisa menemukan toilet-toilet itu di pos-pos pendakian, seperti Pos Puncak Kawah, Pos Persimpangan Pondok Saladah-Hoeberhoet, dan juga di Pos Pondok Salada. Terdapat hampir sekitar 20 bilik toilet yang dapat digunakan.

Seorang relawan Gunung Papandayan, Yunus (25), yang tengah menjaga toilet di Pondok Salada, menuturkan, kehadiran toilet di Pondok Salada berawal dari ide seorang pendaki asal Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan panggilan Pak Aris pada tahun 2014. Ia menceritakan, warga di sekitar Gunung Papandayan ditawari untuk membangun toilet di Pondok Salada.

"Dulu, dia suka bawa tamu untuk mendaki Gunung Papandayan, tetapi kok ngerasa kesulitan kalau mau buang hajat. Nah, dia izin ke BKSDA, dan sempat nawarin uang atau bahan toilet. Kami ambil bahannya aja," cerita laki-laki asal Desa Kramat Wangi itu.

Di Pondok Salada terdapat tiga toilet bercat biru berbentuk tabung yang berdekatan dengan mushala. Di bagian atas toilet itu tertulis "abalaba sauyunan ngarumat" yang berarti "kelompok pekerja dan saling menjaga bersama".

(Baca juga: Tak Hanya Manusia, Motor Pun Mendaki Gunung Papandayan)

KompasTravel melihat air yang berasal dari mata air itu terus mengalir di toilet-toilet. Selain itu, air juga dialirkan melalui pipa untuk bekal minum dan memasak para pendaki di Pos Pondok Salada.

Toilet-toilet di Pondok Salada yang berbentuk tabung tersebut berbahan fiber dan memiliki pintu yang dapat ditutup.

Seorang pendaki asal Bandung di Pondok Salada, Diati Levi Putri (22), menuturkan, tak terbayang jika ada toilet di atas gunung. Ia mengaku, pada pengalaman pertamanya mendaki Gunung Papandayan ini, fasilitas toilet yang ada di Pondok Salada tergolong rapi dan bersih.

"Biasanya kehambat kalau mau buang air di gunung. Namun, di Papandayan, fasilitas toiletnya sangat membantu," ujar Putri.

Di beberapa toilet di Gunung Papandayan, biaya yang tertulis untuk dapat menggunakan toilet adalah Rp 2.000. Namun, Yunus mengatakan, biaya tersebut disesuaikan dengan kemampuan para pendaki untuk dapat membayar biaya perawatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X