Kompas.com - 27/02/2016, 08:42 WIB
EditorI Made Asdhiana
KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya menilai perhelatan perdana "Tour de Flores" yang diagendakan digelar 16-26 Mei 2016 merupakan bagian dari mendukung program pemprov menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata.

"Perhelatan 'Tour De Flores' yang dicanangkan oleh pemerintah pusat ini bertepatan dengan telah ditetapkannya program baru di provinsi ini yakni menjadikan NTT sebagai provinsi tujuan pariwisata," kata Gubernur Frans Lebu Raya usai mengelar pertemuan dengan tim "Tour De Flores" baik dari Kementerian Pariwisata, Kemenko Maritim, pihak kepolisian dan pejabat daerah NTT di Kupang, Jumat (26/2/2016). (Baca: Alamnya Indah, Rugi Jika Tidak Pelesir ke Flores)

Gubernur mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan semua pihak untuk menyukseskan acara tersebut agar potensi pariwisata yang ada di pulau-pulau Flores semakin dikenal oleh wisatawan baik mancanegara maupun lokal.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).
Provinsi NTT mengucurkan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk mendukung perhelatan "sport tourism" itu dengan tujuan menjadikan NTT sebagai daerah "New Tourism Teritory".

Ada pun wilayah-wilayah lintasan balapan akan mengalokasikan dana tersendiri untuk menggelar acara hiburan di sela-sela etape.

"Urusan prestasi balap sepeda itu urusan lain, tapi kepentingan kami adalah promosikan pariwisata NTT," ujar Frans.

Sebanyak 20 tim dari 24 negara di benua Eropa, Amerika, Asia, Australia akan ikut serta dalam perhelatan balap sepeda internasional dengan total hadiah Rp 8 miliar itu.

BARRY KUSUMA Penduduk Desa Wae Rebo berada di barat daya kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Balap sepeda yang menempuh jarak 661,5 kilometer itu terbagi dalam lima etape, yakni pertama Larantuka-Maumere (ibu kota Kabupaten Sikka) dan peserta menginap di kota tersebut.

Etape kedua Maumere-Ende (ibu kota Kabupaten Ende) yang merupakan kota pengasingan Bung Karno semasa penjajahan, etape ketiga Ende-Bajawa (ibu kota Kabupaten Ngada).

Etape keempat Bajawa-Ruteng (ibu kota Kabupaten Manggarai) dan etape kelima Ruteng-Labuan Bajo (ibu kota Kabupaten Manggarai Barat), tepatnya di ujung barat Pulau Flores.

Lomba balap sepeda itu akan diselingi dengan kegiatan pariwisata termasuk bazar, kunjungan ke destinasi wisata gunung api, serta atraksi budaya.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Senja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman, Safri Burhanuddin mengatakan, persiapan perhelatan "Tour de Flores" telah mencapai 80 persen.

"Kalau dilihat persiapannya itu sudah di atas 80 persen karena koordinasi teknis soal kesiapan peserta sudah ada," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.