Kompas.com - 27/02/2016, 14:23 WIB
Danau Aco di puncak Kampung Linggang Melapeh, Kutai Barat, Kalimantan
Timur. KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITADanau Aco di puncak Kampung Linggang Melapeh, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
|
EditorI Made Asdhiana
SENDAWAR, KOMPAS.com - Surga yang tersembunyi, tepat menggambarkan Danau Aco yang terletak di Kampung Linggang Melapeh, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Posisinya berada di puncak Kampung Linggang Melapeh, yang jauh dari permukiman warga.

Untuk menempuh perjalanan ke sana, pengunjung harus melewati jalanan berkelok dengan tikungan tajam selama 30 menit dari gerbang kampung sampai ke atas.

Setelah melewati gerbang danau, nampak hamparan pepohonan hijau. Danau tersebut terletak menjorok ke dalam di bawah sana. Pengunjung harus meniti anak tangga yang cukup panjang ke bawah hingga sampai ke tepi danau.

KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA Danau Aco di puncak Kampung Linggang Melapeh, Kutai Barat, Kalimantan Timur dikelilingi hutan dengan pepohonan rimbun.
Di sisi kiri dan kanan tangga berbaris tanaman berdaun merah seolah memagari tangga. Sesampainya di bawah, mata disajikan hamparan danau dikelilingi hutan lebat yang masih hijau.

Danau itu tidak terlalu besar. Diameternya hanya 100 meter. Rasanya betah berlama-lama duduk di bawah pohon di tepian danau sambil menikmati riak air. Namun, di balik keindahannya, Danau Aco menyimpan legenda yang memilukan.

Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata di Kalimantan Timur, Paran mengatakan, dulunya danau ini merupakan permukiman penduduk. Mereka hidup dengan berladang dan memiliki rumah singgah di ladang itu.

KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA Pintu masuk tempat wisata Danau Aco di Kampung Linggang Melapeh, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Di permukiman di puncak Kampung Linggang Melapeh itu tinggallah sepasang suami istri. Suatu hari, sang suami yang baru pulang dari ladang mendapati istrinya di rumah. Ternyata, istrinya sedang melakukan ritual tari penyembuh yang dinamakan Belian Bawo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sang suami naik pitam. Ia menghampiri istrinya yang tengah menari sambil membawa ekor lutung yang dikeringkan. "Sampai di sana, dia pukul tambur dengan ekor itu keras-keras. Orang lihat itu aneh, tidak biasa terjadi. Jadi orang tertawa-tawa saja," kata Paran.

Namun, seketika terjadilah bencana di puncak Kampung Linggang Melapeh itu. Angin ribut beserta hujan deras datang bersamaan dan memporakporandakan tempat itu.

KOMPAS.COM/AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA Danau Aco di puncak Kampung Linggang Melapeh, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Sang suami melarikan diri ke pondoknya di ladang, lalu menjadi batu di sana. Sementara istrinya lenyap tenggelam di danau yang konon berasal dari mata air itu. Akhirnya terbentuk sebuah danau yang namanya diambil dari sang istri, Oso alias Aco.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.