Pariwisata Flores Tak Berdampak "Travel Advisory" Australia

Kompas.com - 29/02/2016, 13:17 WIB
Luke Latty dari Wondernesia menjajal caci di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIHLuke Latty dari Wondernesia menjajal caci di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
|
EditorI Made Asdhiana
LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Adanya travel advisory dari Pemerintah Australia terhadap warganya untuk berwaspada berkunjung ke Indonesia karena isu terorisme tak berdampak pada kunjungan wisatawan asing ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pulau Flores.

Hingga Jumat (26/2/2016) belum ada pembatalan dari travel agent bagi wisatawan yang menggunakan kapal pesiar. Bahkan kunjungan wisatawan ke Pulau Flores masih berjalan normal.

Hal ini dijelaskan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang (HPI) Manggarai Barat, Sebastianus Pandang kepada KompasTravel.

Sebastianus mengungkapkan travel advisory dari Australia yang berkaitan isu terorisme di Indonesia akan ada dampak terhadap penurunan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Namun, kunjungan wisatawan asing ke Pulau Flores khususnya dan NTT pada umumnya berjalan seperti biasa.

“Biro perjalanan dari luar negeri yang sudah menjadwalkan kunjungan ke Pulau Flores khususnya dan NTT pada umumnya belum ada pembatalan,” kata Sebastianus.

Pemandu Wisata Flores, Leonardus Nyoman kepada KompasTravel, Jumat (26/2/2016), mengatakan pemandu wisata di Pulau Flores masih mengantar tamu-tamu asing yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata.

BARRY KUSUMA Tarian Kerangkuk Alu di Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kunjungan wisatawan Australia ke NTT pada umumnya dan Pulau Flores khususnya sangat sedikit. Kemungkinan yang berpengaruhi adalah staf LSM dan proyek-proyek dari Australia di NTT dan Pulau Flores.

“Saya minta Pemerintah Australia harus memikirkan dan mempertimbangkan staf-staf yang bekerja di proyek-proyek yang dibiayai Australia di NTT pada umumnya dan di Pulau Flores pada khususnya. Banyak LSM yang bekerja di NTT didanai oleh Australia,” ujar Nyoman.

Pelaku Pariwisata Pulau Flores, Fransisco De Rosari Huik, menjelaskan sebanyak 90 persen, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Flores pada khususnya dan NTT pada umumnya berasal dari Eropa.

“Hanya 10 persen orang Australia berwisata ke Pulau Flores dan NTT pada umumnya. Kemungkinan yang berdampak langsung adalah pariwisata Bali sebab wisatawan Australia sering berwisata ke Bali,” katanya.

Fransisco menjelaskan, terorisme yang terjadi di wilayah Eropa sangat berdampak bagi kunjungan wisatawan ke Indonesia. Kunjungan wisatawan asing ke Pulau Flores terus menurun akibat teroris global serta ekonomi Eropa yang belum membaik.

“Saya rasa travel advisory dari Pemerintah Australia bagi warganya untuk waspada mengunjungi Indonesia tidak berdampak langsung terhadap kunjungan wisatawan ke NTT," katanya.

BARRY KUSUMA Pasola, tradisi perang-perangan dengan menunggang kuda sambil menyerang lawan dengan lembing di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Provinsi NTT, Mesakh Toi saat dihubungi KompasTravel, menjelaskan, travel advisory dari Pemerintah Australia bagi warganya untuk berwaspada mengunjungi Indonesia karena isu terorisme tidak berdampak pada kunjungan wisatawan ke NTT.

“Provinsi NTT sangat aman bagi wisatawan. Kunjungan wisatawan asing masih berjalan normal. Belum ada laporan dari biro perjalanan membatalkan tamunya berlibur di NTT," kata Mesakh.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X