Pitana: "Sport Tourism" Baru Sebatas Lari dan Bersepeda

Kompas.com - 04/03/2016, 18:43 WIB
Para pebalap melintasi Tebing Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, dalam etape kelima Tour de Singkarak, Rabu (7/10/2015). Dalam etape ini, para pebalap menempuh jarak 164 kilometer. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPara pebalap melintasi Tebing Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, dalam etape kelima Tour de Singkarak, Rabu (7/10/2015). Dalam etape ini, para pebalap menempuh jarak 164 kilometer.
EditorI Made Asdhiana
TOKYO, KOMPAS - Pariwisata berbasis kegiatan olahraga (sport tourism) baru berkontribusi mendatangkan sekitar 2 persen dari total wisatawan asing ke Indonesia.

Hal itu terjadi karena masih minimnya event olahraga yang dikembangkan sebagai acara rutin untuk menarik minat banyak orang datang berkunjung atau berpartisipasi di dalamnya.

”Selama ini, sport tourism baru sebatas dari olahraga lari dan bersepeda,” ujar Deputi Menteri Bidang Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana kepada wartawan Kompas, Regina Rukmorini, di Tokyo, Jepang, Minggu (28/2/2016).

Pitana menyebutkan, sport tourism baru marak sekitar empat tahun ini. Jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 10 juta orang. Turis asing yang datang karena mengunjungi atau terlibat dalam event olahraga sekitar 200.000 orang.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pelari marathon melintasi Desa Pering, Kecamatan Belahbatuh, Gianyar, Bali saat mengikuti BII Maybank Bali Marathon 2013, Minggu (16/6/2013).
Tahun ini, jumlah wisatawan asing ditargetkan 12 juta orang. Seiring dengan peningkatan tersebut, Pitana berharap wisatawan yang didatangkan dari sport tourism juga bisa bertambah.

Pitana mengatakan, semua daerah diharapkan berpartisipasi menambah jumlah kunjungan wisata, dengan mengembangkan olahraga lain sebagai bentuk sport tourism, seperti menyelam, memancing, atau dayung. (*)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 Maret 2016, di halaman 21 dengan judul "Potensi Kapal Pesiar Belum Maksimal".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X