Kompas.com - 04/03/2016, 19:18 WIB
Ogoh-ogoh diarak dalam acara Pawai ogoh-ogoh, di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/3/2015). Acara ini diadakan untuk Menyambut datangnya Hari Raya Nyepi Caka 1937 dan Tawur Agung Kesanga 2015. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESOgoh-ogoh diarak dalam acara Pawai ogoh-ogoh, di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/3/2015). Acara ini diadakan untuk Menyambut datangnya Hari Raya Nyepi Caka 1937 dan Tawur Agung Kesanga 2015.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS - Parisada Hindu Dharma Indonesia Bali mengimbau agar manajemen perhotelan jangan mengomersialkan berlebihan suasana hari raya Nyepi di provinsi itu.

Paket-paket yang ditawarkan diharapkan tidak mengganggu kekhusyukan umat Hindu Bali yang tengah menjalani catur brata penyepian.

”Kami berharap hotel-hotel mematuhi dan menghargai umat Hindu Bali melaksanakan catur brata penyepian,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali IGN Sudiana, Kamis (3/3/2016).

(BACA: Nyepi, Bali Tak Agendakan Wisata Gerhana)

Ia berharap Nyepi tidak disamakan dengan hari raya lain, seperti Galungan. Nyepi jauh dari suasana ingar-bingar.

Menurut Sudiana, suasana gelap dan hening agar dibiarkan alami. Ia menekankan agar hotel meredupkan penyalaan lampu-lampu di kamar serta tidak menggelar pertunjukan.

”Kami memang belum menemukan pelanggaran. Tetapi, ini mencegah adanya pelanggaran. Kami mengedepankan pemahaman para pemilik hotel,” ujarnya.

KOMPAS.COM/SRI LESTARI Wisatawan asing belajar 'mejejahitan' saat Nyepi, di Bali, Sabtu (21/3/2015).
Ia pun mengimbau kepada umat Hindu agar tak berlebihan pula ketika mengarak ogoh-ogoh sebagai simbol kejahatan dengan pembuatan boneka raksasa. Bahkan, PHDI meminta tak ada ogoh-ogoh yang berbau politik.

Siaran televisi nasional, siaran televisi berbayar, dan siaran radio tetap tidak diperbolehkan tayang di Pulau Bali. Karena itu, PHDI Bali berharap masyarakat yang tinggal di Bali saat Nyepi bisa memaklumi dan bijaksana menggunakan peralatan elektronik, listrik, dan gawai.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, semua pintu masuk dan keluar Pulau Bali ditutup selama 24 jam. Penutupan ini dimulai pukul 06.00 Wita pada 9 Maret hingga pukul 06.00 Wita keesokan hari, 10 Maret.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X