Kompas.com - 06/03/2016, 18:02 WIB
Sate DJ, sate tanpa bumbu Kompas.com/Jonathan AdrianSate DJ, sate tanpa bumbu
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Daging dipotong kecil, diolesi bumbu, lalu dibakar. Aroma asapnya saja sudah menggugah selera. Sate di Indonesia hadir dalam ragam rupa. Biasa dinikmati di malam hari, karena tukang sate umumnya berkeliaran di malam hari.

Berikut lima warung sate yang pernah muncul di KompasTravel dan bisa jadi pilihan makan malam Anda saat bertandang ke daerah-daerah tersebut.
 
Sate DJ di Bandung

Di Bandung, ada sate yang disajikan polos, alias tanpa bumbu. Namanya Sate DJ. Sate DJ disajikan kering begitu saja. Paling, diberi tambahan bawang goreng dan acar jika suka.

Ada tiga daging sate yang dapat dipilih, ayam, kambing, dan sapi. Meski tanpa bumbu, sejatinya rasa sate sudah kaya dengan bumbu.

Daging sate yang akan dibakar sebelumnya sudah direndam dalam bumbu rahasia. Sebelum dibakar, sate akan dilapis cabai yang sudah dihaluskan untuk memberi rasa pedas.

Sate Kere di Yogyakarta

Kepulan asap yang mampu menggugah selera, menjadi pemandangan khas dari lokasi berjualan perempuan bernama Ponijah ini.

Kepulan asap tersebut berasal dari proses pembakaran sate kere, dagangan yang setiap harinya dijual perempuan berumur 48 tahun ini. Sate kere ini menjadi salah satu panganan khas Beringharjo yang banyak diburu pengunjung pasar.

Sate kere sendiri adalah sate yang terbuat dari gajih atau lemak sapi. Karena berbahan baku gajih, maka saat dibakar sate ini menghasilkan asap yang begitu banyak dan aromanya yang khas membuat banyak orang penasaran dengan panganan yang satu ini.

Sate Maranggi di Cianjur

Di Cianjur terkenal dengan sate Maranggi yang menggunakan daging sapi. Salah satu sate maranggi yang melegenda di Cianjur ialah Sate Maranggi Sari Asih, pusatnya terdapat di kabupaten Cianjur.

Sekitar lima kilometer dari puncak Bogor, melewati Pasar Cipanas, tepatnya setelah pertigaan Jalan Raya Pacet, Cipendawa, Kabupaten Cianjur. Untuk menjaga kualitasnya, puluhan sate dibakar di atas arang dan tungku tradisional.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.