Cocok untuk Pemula, Ini Panduan Lengkap Mendaki Gunung Papandayan

Kompas.com - 06/03/2016, 19:04 WIB
Pendaki berkemah di Pos Pendakian Gubber Hood Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/2/2016) pagi. Pos Gubber Hood bisa menjadi alternatif kemah pendaki jika Pos Pondok Salada penuh. Wahyu Adityo Prodjo / KOMPAS.comPendaki berkemah di Pos Pendakian Gubber Hood Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/2/2016) pagi. Pos Gubber Hood bisa menjadi alternatif kemah pendaki jika Pos Pondok Salada penuh.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Salah satu cara menuju Gunung Papandayan melalui Terminal Bus Primajasa di Cililitan, Jakarta Timur. Bus menuju Terminal Guntur Garut berangkat pada pukul 22.00 WIB. Selengkapnya di "Panduan Transportasi Menuju Gunung Papandayan".

Jalur pendakian

Pendakian dimulai dari titik awal pendakian yakni di Camp David. Camp David disebut juga Pos 1 oleh pendaki setelah dilakukan pengecekan kelengkapan administrasi oleh relawan-relawan dari sekitar Gunung Papandayan, di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dari Pos Camp David, pendakian akan dimulai dengan medan dengan batuan belerang dan beku. Sekitar lima menit melewati medan yang berbatu dan di kanan kiri pepohonan, pendaki akan langsung memasuki medan yang terbuka dan bisa melihat aktivitas kawah-kawah Gunung Papandayan.

Perjalanan menuju titik peristirahatan di Pos Puncak Kawah akan menempuh sekitar 30 menit di tengah medan yang tak terlindungi oleh pepohonan. Rute perjalanan berikutnya adalah "Serunya Mendaki Gunung Papandayan..."

Berkemah di mana?

Pos pendakian Gubber Hood bisa menjadi alternatif berkemah saat mendaki Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Biasanya, pendaki berkemah di Pos Pondok Salada.

Jika Pos Pondok Salada telah dipenuhi pendaki, Gubber Hood bisa menjadi pilihan. Pos Pondok Salada menjadi tempat berkemah pendaki karena lahan yang luas yang bisa menampung hingga ratusan tenda. Selengkapnya di "Dua Lokasi Berkemah di Gunung Papandayan".

Motor pun bisa mendaki

Motor-motor yang berlalu lalang di Gunung Papandayan adalah milik warga sekitar. Warga-warga sekitar memanfaatkan motor sebagai alat transportasi di gunung.

“Naik motor di Papandayan untuk ambil hasil berkebun, membawa barang jualan, evakuasi pendaki yang sakit, dan juga untuk melakukan jasa porter pendakian,” jelas Ica yang berasal Desa Kramat Wangi.

Motor-motor yang mendaki Gunung Papandayan rata-rata telah dimodifikasi sesuai dengan medan pendakian yang berbatu dan tanah gembur. Motor-motor warga maupun komunitas pencinta motor trail bisa mencapai tempat kemah pendaki di Pondok Salada di ketinggian 2.268 meter di atas permukaan laut. Selengkapnya di "Tak Hanya Manusia, Motor Pun Mendaki Gunung Papandayan".

Urusan buang hajat

Gunung Papandayan menyediakan fasilitas toilet di atas gunung untuk para pendaki. Di beberapa titik jalur pendakian, pendaki bisa memanfaatkan toilet yang tersedia dengan biaya sukarela yang nantinya akan digunakan untuk perawatan toilet.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X