Kompas.com - 07/03/2016, 16:06 WIB
Ratusan pengunjung memadati acara Durian Fair 2016 di Blok M Square, Jakarta, Sabtu (27/2/2016). Pengunjung bisa menemukan sekitar 20 jenis durian unggul dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Acara berlangsung hingga 6 Maret 2016. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESRatusan pengunjung memadati acara Durian Fair 2016 di Blok M Square, Jakarta, Sabtu (27/2/2016). Pengunjung bisa menemukan sekitar 20 jenis durian unggul dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Acara berlangsung hingga 6 Maret 2016.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabupaten Wonosobo memiliki festival durian yang diadakan sejak tahun 1995, Festival durian tahun ini akan berlangsung pada 11-13 Maret 2016.

Menghadirkan ratusan durian khas Wonosobo, festival tersbut diadakan di Lapangan Desa Wilayu, Jalan T kertonegoro KM 2 Wilayu, Selomerto, Wonosobo. Di lapangan utama tersebut akan dihadiri puluhan stan yang menjual durian dari 52 petani dan penjual durian.

Selain durian lokal asli Wonosobo, ada pula berbagai durian yang berasal dari luar, seperti Musangking, Ketan, Monthong, Orange, dan durian Merah hasil rekayasa genetik. Durian-durian tersebut dibandrol sekitar Rp 70.000 tiap buahnya.

Toyib Nasrulloh, selaku penyelenggara acara Festival Durian Ki Rancangsari Wonosobo, mengatakan bahwa durian unggulan asli Wonosobo terkenal dengan dagingnya yang tebal, warnanya kuning, dan rasa manis dengan sedikit pahit.

“Selain karakter daging tebal dan rasanya yang manis pahit, wangi durian Wonosobo juga khas sekali. Kalau masuk ke mobil yang ber-AC, wanginya nempel hingga tiga hari,” ujar Toyib, saat dihubungi KompasTravel, Minggu (6/3/2016).

Untuk memeriahkan festival tersebut, selain membeli durian, pengunjung disuguhkan berbagai kuliner khas daerah tersebut, budaya tradisional, hingga lomba untuk anak.

“Untuk seremonial pembukaannya akan ada gunungan durian dan tumpeng besar yang akan direbutkan atau dibagi-bagi ke masyarakat dan para wisatawan,” ujar Toyib.

Wisatawan yang datang akan disuguhkan panganan tradisional Wonosobo, seperti kue lempong yang dibuat dengan tepung dan warna arang, hingga sajian angkringan yang dibagikan secara gratis. Selain itu wisatawan dapat pula membeli makanan-makanan atau pun suvenir khas dari UMKM masyarakat Wonosobo.

Berlangsung selama tiga hari, festival durian Ki Rancangsari Wonosobo ini diselingi penampilan kebudayaan tradisional di setiap harinya, salah satunya pementasan kuda kepang dan tari lengger dari Wonosobo. Nama "Ki Rancangsari" tersebut diambil dari nama tokoh pendiri desa Wilayu.

Bagi wisatawan yang membawa keluarganya, dapat mengikuti berbagai lomba dengan hadiah menarik dari sponsor acara. Ada lomba mewarnai untuk anak, lomba olahan makanan berbahan dasar durian, dan lomba foto saat festival tersebut.

Toyib mengatakan rangkaian acara selama tiga hari banyak menyuguhkan tampilan budaya dan kuliner tradisional. Pihaknya berharap dengan acara tersebut mampu mengundang banyak wisatawan dari luar Wonosobo maupun warga Wonosobo itu sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Jalan Jalan
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Travel Update
Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Travel Update
Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Travel Update
Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Travel Update
Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Travel Update
Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Travel Update
Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Travel Update
Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Jalan Jalan
Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.