Tongseng Burung Emprit dan Codot, Berani Coba?

Kompas.com - 08/03/2016, 04:03 WIB
Tongseng burung emprit yang lezat sajian dari sebuah warung di Dusun Glondong, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tribun Jogja/Hamim ThohariTongseng burung emprit yang lezat sajian dari sebuah warung di Dusun Glondong, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Menu satu ini cocok dikonsumsi dengan nasi hangat dan lalapan kubis, timun, dan tomat. Selain itu, emprit gorengnya juga tidak kalah gurih. Daging emprit yang sebelumnya telah matang dimasukan ke dalam bumbu bawang dan garam kemudian digoreng hingga kering.

Gurih dan renyah akan Anda rasakan saat mencicipinya. Proses dan bumbu yang sama juga digunakan untuk mengolah codot. Rasa daging codot juga tidak kalah gurih dari pada emprit.

Selain rasanya yang lezat, kedua hidangan ini banyak diburu masyarakat karena beragam khasiatnya. Diungkapkan Dani, codot dikenal ampuh menyembuhkan penyakit asma.

"Banyak pelanggan saya yang mencari codot untuk obat asma, dan banyak yang cocok," ungkapnya.

Karena cukup banyak peminatnya dalam dua hari warung makan ini mampu menghabiskan sekitar 300 ekor codot. Sedang untuk emprit jumlahnya bisa mencapai 500 ekor.

Emprit sendiri didapatkan Dani dari para pemburu yang menangkapnya menggunakan jaring di kawasan Bantul. Sedang untuk codot, harus didatangakan dari daerah Kebumen.

Di warung makan yang setiap harinya buka dari pukul 16.00 hingga 21.00 tersebut juga menyediakan landak, bajing atau tupai, dan biawak.

Tetapi ketiga jenis binatang ini tidak setiap hari ada. Untuk bajing, hanya bisa ditemui para pelanggan setiap hari Minggu. Meskipun memiliki rasa yang lezat dan kaya manfaat, tetapi emprit dan codot harganya cukup terjangkau.

Seporsi olahan emprit (baik tongseng maupun goreng) yang berisikan 10 ekor dapat Anda nikmati dengan harga Rp 12.000. Dan untuk codot, harga per ekornya Rp 10.000. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Artikel ini sudah pernah dimuat di Tribun Travel dengan judul "Kelelawar dan Burung Emprit Tadinya Dianggap Hama, Kini Disulap Jadi Tongseng Sedap!"

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X