Kompas.com - 08/03/2016, 15:51 WIB
Seluruh jalanan di Pulau Bali sepi pada hari raya Nyepi menyambut tahun baru caka 1937, Sabtu (21/3/2015). Selama 24 jam, umat Hindu Bali melaksanakan ajaran caturbrata (amati geni, amati lelanguan, amati lelungan, dan amati karya). Tidak seorang pun boleh berpergian tanpa seizin pecalang, petugas keamanan adat setempat. Sebuah ogoh-ogoh masih dibiarkan tidak dibakar di pinggir jalan depan Banjar Kancil, Kerobokan, Kabupaten Badung setelah di arak berkeliling desa oleh para pemuda di malam menjelang penyepian. KOMPAS/AYU SULISTYOWATISeluruh jalanan di Pulau Bali sepi pada hari raya Nyepi menyambut tahun baru caka 1937, Sabtu (21/3/2015). Selama 24 jam, umat Hindu Bali melaksanakan ajaran caturbrata (amati geni, amati lelanguan, amati lelungan, dan amati karya). Tidak seorang pun boleh berpergian tanpa seizin pecalang, petugas keamanan adat setempat. Sebuah ogoh-ogoh masih dibiarkan tidak dibakar di pinggir jalan depan Banjar Kancil, Kerobokan, Kabupaten Badung setelah di arak berkeliling desa oleh para pemuda di malam menjelang penyepian.
|
EditorI Made Asdhiana
BADUNG, KOMPAS.com - Masih banyak sebagian wisatawan yang tertarik wisata di Hari Nyepi daripada wisata gerhana matahari seperti destinasi lain di Indonesia di antaranya Halmahera, Palembang, Makassar, dan lainnya.

Hal ini diungkapkan oleh Etika, salah satu wisatawan asal Jakarta yang datang berwisata ke Bali bersama keluarganya.

"Kami keluarga belum pernah Nyepi di Bali. Ibu saya ingin lihat Nyepi seperti apa. Kami sekeluarga menginap di hotel yang tidak jauh dari Pantai Kuta," kata Erika, di Tuban, Badung, Selasa (8/3/2026).

Lain hal dengan Joko Adianto asal Yogyakarta, kedatangannya ke Bali bertepatan dengan acara tugas kantornya pada hari Jumat (11/3/2016). Tidak menyia-nyiakan momen Nyepi, dia tiba di Bali hari di luar jadwal kerja sekalian menikmati liburan.

"Sebenarnya kan saya ada tugas hari Jumat mendatang, karena ada momen Nyepi, ya saya manfaatkan, sekaligus liburan. Beruntung pihak kantor saya mengizinkan, yang terpenting tugasnya beres," kata Joko.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Bandara Ngurah Rai Bali.
Ketertarikan wisatawan ke Bali untuk melihat Nyepi memang terlihat dari kedatangan di Bandara Ngurah Rai yang terlihat cukup ramai.

Ketertarikan mereka karena Nyepi diawali dengan arak-arakan ogoh-ogoh. Setelah itu baru pelaksanaan Nyepi pada Rabu (9/3/2016), di mana penghuni hotel dilarang keluar kawasan hotel kecuali darurat seperti sakit dan harus dibawa ke dokter atau rumah sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X