Sabtu, Kaldera Bromo Dibuka untuk Wisatawan

Kompas.com - 11/03/2016, 18:14 WIB
Warga suku Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (18/12/2015), seusai melaksanakan ritual Jumat manis dengan meletakkan sesajen di sekitar kawah Gunung Bromo yang statusnya kini Siaga. Walau ada larangan beraktivitas, terkait status kegunungapian, dalam radius 2,5 kilometer dari Bromo, pihak keamanan memberi toleransi kepada warga Tengger melakukan ritual itu. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAWarga suku Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (18/12/2015), seusai melaksanakan ritual Jumat manis dengan meletakkan sesajen di sekitar kawah Gunung Bromo yang statusnya kini Siaga. Walau ada larangan beraktivitas, terkait status kegunungapian, dalam radius 2,5 kilometer dari Bromo, pihak keamanan memberi toleransi kepada warga Tengger melakukan ritual itu.
EditorI Made Asdhiana
PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Kaldera atau lautan pasir Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dibersihkan oleh ratusan orang dari berbagai pihak sebelum kawasan itu dibuka kembali sebagai obyek wisata mulai Sabtu (12/3/2016).

"Hari ini dilakukan kegiatan bersih-bersih kaldera dari sampah erupsi dengan melibatkan berbagai pihak," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi dari Probolinggo, Jumat (11/3/2016).

Bersih-bersih lautan pasir berisik Gunung Bromo melibatkan petugas TNBTS, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Probolinggo, sukarelawan, forum pimpinan di tingkat kecamatan setempat, pelajar di Kecamatan Sukapura, Himpunan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia, Himpunan Pramuwisata, masyarakat pelaku wisata, Tagana, Kemensos, dan Kodim 0820 Probolinggo.

"Bersih-bersih itu merupakan rangkaian kegiatan pembukaan kawasan wisata Bromo pascaerupsi dan kegiatan selametan di kawasan Bromo juga sudah dilakukan pada Kamis (10/3/2016)," tuturnya.

Menurut Ayu Dewi, kerja bakti membersihkan kaldera gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut dilakukan sekaligus untuk memperbaiki jalur dan rambu-rambu yang terdampak lahar dingin akibat tingginya curah hujan di kawasan setempat.

"Banyak sampah yang menumpuk sejak kaldera Bromo ditutup selama erupsi seiring dengan meningkatnya status Bromo menjadi siaga beberapa waktu lalu, sehingga harus dibersihkan untuk kenyamanan wisatawan yang akan berkunjung ke Gunung Bromo," katanya.

Titik lokasi yang dibersihkan meliputi padang savana, lautan pasir, dan kawasan di bawah tangga menuju kawah Gunung Bromo.

"Obyek wisata Gunung Bromo yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Jatim akan dibuka secara resmi pada Sabtu (12/3/2016), sehingga seluruh kawasan harus dibersihkan dan rambu-rambu yang rusak diperbaiki, agar wisatawan mancanegara dan domestik merasa nyaman saat berkunjung ke Bromo," ujar Ayu Dewi Utari.

Ia menjelaskan kendaraan bermotor dapat memasuki kawasan Tengger Laut Pasir dengan menaati peraturan yang berlaku dan pihak TNBTS akan memberlakukan pengaturan jalur kendaraan bermotor, jalur kuda, dan jalur pejalan kaki, sehingga diimbau wisatawan menggunakan jalur-jalur tersebut.

Status Gunung Bromo yang berada di Kabupaten Probolinggo diturunkan dari siaga (level III) menjadi waspada (level II) pada 26 Februari 2016 pukul 13.00 WIB karena aktivitas gunung api tersebut menurun baik secara visual maupun seismik.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber Antara
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X