Kompas.com - 12/03/2016, 14:18 WIB
Wisatawan asing yang mendatangi Pantai Kilo Lima untuk melihat gerhana matahari total di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAWisatawan asing yang mendatangi Pantai Kilo Lima untuk melihat gerhana matahari total di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016).
|
EditorI Made Asdhiana
LUWUK, KOMPAS.com - Peristiwa gerhana matahari total (GMT) telah membuat warga, tak terkecuali wisatawan asing terkesima melihatnya. Wisatawan asing membeludak mengunjungi kota-kota yang dilintasi GMT. Salah satunya adalah Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Kota tersebut merupakan kota dengan durasi cukup lama yang dilintasi GMT dibanding kota lainnya. Yakni sekitar 2 menit 50 detik. Wisatawan asing memadati kawasan wisata di sana, seperti Pulau Dua, Pantai Kilo Lima, dan Teluk Lalong.

KompasTravel berkesempatan melihat GMT bersama wisatawan asing yang berasal dari Australia. Mereka merupakan peserta program FamTrip yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata.

Persiapan mereka menonton serta mengabadikan momen GMT tak kalah dari warga lokal sendiri. Mereka membawa berbagai jenis kamera, lensa, hingga drone. Mereka pun lebih memilih tempat yang sepi dibanding tempat ramai, yang banyak dikunjungi warga lokal.

Mereka memilih Pantai Kilo Lima dibanding Teluk Lalong untuk "hunting" GMT. Di sana, mereka bertemu dengan wisatawan asing lainnya, yang berasal dari Denmark, Spanyol, Perancis, dan Inggris.

KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZA Wisatawan asing yang mengikuti program Fam Trip Kementerian Pariwisata untuk melihat gerhana matahari total (GMT) di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016). Mereka hunting GMT di Pantai Kilo Lima, Luwuk.
Tripod dengan kamera profesional sudah didirikan di tepi Pantai Kilo Lima. Bule-bule itu terlihat serius mengatur lensa dan mengutak utik kameranya. Saat itu, matahari masih bersinar sangat terang.

Akhirnya, tepat pukul 07.00 WITA, bulan secara perlahan menutupi matahari. Hingga pukul 08.30 WITA, bulan secara total menutupi matahari. Mereka terlihat antusias dan tak henti-hentinya memotret peristiwa yang baru akan terjadi kembali di Luwuk, 350 tahun mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah seorang peserta Fam Trip, Grace, mengaku takjub melihat pagi hari yang seketika berubah menjadi malam hari. Kemudian, ia juga terkesima melihat bulan melintasi dan menutup sinar matahari.

"Ini adalah salah satu pengalaman paling menakjubkan dalam hidup saya. Melihat GMT di Luwuk, Indonesia bersama dengan warga dari seluruh penjuru dunia. Saya bahagia menjadi bagian sejarah ini," kata Grace, di Luwuk, Jumat (11/3/2016).

KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZA Wisatawan asing yang mendatangi Pantai Kilo Lima untuk melihat gerhana matahari total di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016).
Hal senada juga diungkapkan peserta Fam Trip lainnya, Rob Mullaly. Dia berupaya mengambil gambar GMT terbaik dengan seperangkat kamera yang dibawanya. Konsentrasinya pun terpecah saat bulan mulai menutupi matahari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X