Kompas.com - 12/03/2016, 16:21 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

“Memang, pemandu burung lokal sangat sedikit di Pulau Flores dibanding dengan pemandu wisata lainnya. Memandu untuk melihat burung memiliki minat khusus serta pengetahuan tentang jenis-jenis burung,” jelasnya.

Rabenak berharap, pemerintah setempat sebaiknya menawarkan kepada para travel agent untuk mempromosikan wisata minat khusus melihat burung-burung khas Flores.

“Beberapa tahun lalu, Burung Indonesia mengundang agency dan jurnalis di Flores untuk memperkenalkan kekayaan alam Flores, khususnya mengamati burung khas Flores,” katanya.

Rabenak memaparkan, biasanya pengamat burung dan turis minat khusus mengakhiri wisatanya ke kawasan Taman Nasional Komodo untuk melihat binatang komodo.

“Saya pandu pengamat burung internasional dan wisatawan pada 19-23 Maret 2016 dari Pulau Komodo, Pagal, Ranamese, Golo Lusang, Kisol, Inerie, Aegela dan kawasan Taman Nasional Kelimutu,” ujarnya.

Mengamati Kakatua Kecil Jambul Kuning Flores

Selain melihat burung elang flores, pengamat burung dan wisatawan juga tertarik mengamati burung kakatua kecil jambul kuning di kawasan hutan di wilayah Manggarai Raya.

Burung kakatua kecil jambul kuning status kritis di hutan karena populasinya terus menurun.

Yohanes Jehabut dari Jaga Rimba Flores kepada KompasTravel, Kamis (10/3/2016), menjelaskan salah satu tempat yang baik untuk mengamati burung elang flores dan ngkiong manggarai adalah di kawasan hutan Golo Lusang.

“Saya sering berwisata ke Golo Lusang untuk mengamati berbagai jenis burung khas Flores, seperti elang flores, gagak flores, ngkiong manggarai. Saya sangat tertarik untuk mengamati burung. Selama ini saya juga dampingi turis yang ingin melihat burung dan mengamatinya di kawasan hutan Golo Lusang,” kata Yohanes.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Burung peredam di Flores sedang makan buah.
Informasi yang dihimpun KompasTravel, burung kakatua kecil jambul kuning bisa dijumpai di Pulau Longos, Desa Nanga Kantor, Kecamatan Masang Pacar, di bagian utara Kabupaten Manggarai Barat.

Selain beberapa burung yang masih hidup di daerah aliran Sungai Waeular, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur juga dijumpai Kompas Travel tahun lalu saat berwisata ke tempat tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.