Kompas.com - 15/03/2016, 06:05 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Bagi Prayitno yang mencintai pertunjukan seni dan budaya, keberadaan topeng dan wayang memiliki filosofi yang sejalan, tetapi lebih banyak topeng.

Keduanya memiliki narasi, sosiologi atau bagaimana berhubungan dengan sesama manusia, dengan alam, dan Tuhan, serta budi pekerti atau tata cara berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, dan sebagainya.

“Topeng masih ada satu lagi, yaitu bahan. Kalau di wayang kulit ya buatnya dari kulit semua. Sedangkan di dalam topeng bahannya berbeda. Misal raja menggunakan bahan dari kayu apa atau patih dari kayu yang bagaimana, dan sebagainya,” jelas pria asal Lamongan itu.

Dikelola secara swadaya, RTWSD menjadi tempat wisata budaya alternatif yang ada di Bali. Tidak hanya sebagai rumah dengan menunjukkan ribuan koleksi yang kaya akan nilai seni dan budaya, tetapi juga mengedukasi siapa saja yang berkunjung.

Bertandang ke RTWSD tidak dipunguti biaya. Namun pengunjung bisa memberikan donasinya. Jam operasional dimulai pada pukul 08.00-16.00 Wita dan buka setiap hari.

“Jika ada orang yang ingin berkunjung di luar jam itu dan pintu diketuk, selama tuan rumahnya masih ada, kami akan mempersilakan untuk masuk,” ungkapnya sembari tertawa.

Berbicara tentang keberadaan topeng dan wayang memang sangat lekat hubungannya dengan sejarah budaya Indonesia. RTWSD merupakan sebuah wadah yang tepat untuk mulai memaknai apa arti berkesenian dan berbudaya di tengah derasnya arus modernisasi yang masuk ke Indonesia, khususnya Bali.

Tribun Bali/Ayu Dessy Koleksi barong di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma, Gianyar, Bali.
Akulturasi budaya Jawa dan Bali

RTWSD dibangun di atas lahan seluas satu seperempat hektare. Ada sembilan bangunan yang menjadi tempat dipajangnya topeng dan wayang. Suasana perpaduan budaya Jawa dan Bali sangat terasa di rumah ini.

Bangunan dibuat dengan arsitektur joglo dan limasan. Sedangkan di sekeliling rumah dihias dengan taman yang indah, patung-patung khas Bali, dan beberapa terdapat bale bengong.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.