Kompas.com - 15/03/2016, 17:16 WIB
James Cotton peselancar Australia (berdiri di belakang) berhasil mencatat rekor dunia berselancar ombak bono sejauh 17,2 kilometer, memecahkan rekor Steve King asal Inggris sejauh 12,23 kilometer yang dibuat tahun 2013. KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTIJames Cotton peselancar Australia (berdiri di belakang) berhasil mencatat rekor dunia berselancar ombak bono sejauh 17,2 kilometer, memecahkan rekor Steve King asal Inggris sejauh 12,23 kilometer yang dibuat tahun 2013.
|
EditorI Made Asdhiana

TELUK MERANTI, KOMPAS.com - Fenomena alam luar biasa, ombak besar di Sungai Kampar yang lebih dikenal dengan istilah “bono” semakin dikenal di Tanah Air dan kalangan peselancar dunia.

Di Isle Surf and SUP, situs selancar dunia, bono Sungai Kampar dikategorikan gelombang sungai terbaik dari lima lokasi di dunia.

Nomor dua berada di Sungai Qiantang yang membelah Provinsi Haining, China, yang diberi sebutan Naga Perak. Lalu di Sungai Araguari, Apama, Brasil; Gloucertershire di Inggris; dan Cook Inlet di Alaska, Amerika Serikat (AS).

Lima tahun terakhir, bono semakin dikenal dunia luar. Beberapa peselancar asing hadir, seiring masuknya lembaga pemerhati lingkungan dunia, Greenpeace, di Semenanjung Kampar.

(BACA: Mengenal Ombak Bono: Mitos di Antara Tujuh Hantu Lama dan 1.000 Hantu Baru)

Peselancar kelas dunia, seperti Steve King, beberapa kali datang dan menjajal ketahanan berselancar dan mampu memecahkan rekor dunia berselancar sejauh 12,3 kilometer pada tahun 2013.

Namun, rekor King kini sudah dipertajam oleh James Cotton asal Melbourne Australia dengan jarak 17,2 kilometer pada Kamis, 10 Maret 2016. Cotton bersama dua rekannya Roger Gamble dan Zig van der Sluys juga mencatatkan rekor dunia selancar berkelompok (trio) sejauh 37,2 kilometer.

Atlet selancar top Indonesia seperti Marlon Gerber dan Arya Subiakto juga kerap menikmati bono. Peselancar dunia Antony Colas, Eduardo Bage, Fabrice Colas, dan Patrick Audoy bahkan sempat membuat film dokumenter ekspedisi bono yang disutradarai Maxence Peyras.

Film itu mendapatkan penghargaan ketiga terbaik pada festival film selancar dunia tahun 2011. Bono pun kian berkibar.

Apa yang sebenarnya dijual?

Meski memiliki keunggulan, banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dijual (Kementerian Pariwisata RI, Dinas Pariwisata Riau dan Pelalawan) dalam fenomena alam di Semenanjung Kampar, Teluk Meranti, Pelalawan, Riau itu?

Bagi para peselancar, ombak bono dapat dikatakan sebagai cabang baru olahraga surfing yang wajib dijajal. Peselancar ombak laut pasti akan terpukau dengan ombak bono.

Ombak laut yang lebih dinamis akan pecah di pantai, sementara ombak bono yang cenderung monoton namun tidak dapat diprediksi akan terus berjalan sepanjang alur sungai sepanjang 30 kilometer lebih, dengan ketinggian berubah-ubah tanpa putus.

Di laut, atlet selancar dapat melakukan atraksi berliak-liuk, berlika-liku di atas ombak atau masuk ke dalam terowongan gulungan ombak dan menyelesaikan seluruh aksi saat ombak pecah di pantai.

Setelah itu peselancar akan mencoba manuver baru dengan berenang lagi ke tengah laut untuk mengejar ombak dan mengulang atraksi. Begitu seterusnya.

Berselancar di bono pada prinsipnya sama seperti di laut. Atlet harus mengejar ombak dan melakukan atraksi di atas gelombang. Bedanya, atlet dapat bertahan mengikuti aliran bono yang tidak terputus di atas papan selancar sejauh kemampuan fisiknya.

Apabila terjatuh, dia akan ketinggalan bono dan berhenti sampai di situ. Untuk dapat berselancar lagi, harus dengan bantuan perahu mesin cepat (speed boat) atau sepeda motor air (jetski) untuk mengejar bono yang sudah berjalan di depan.

Cara menonton

Kejuaraan selancar (laut) kelas dunia di Australia dan Amerika, umumnya menyediakan tribun tempat penonton di pinggir pantai. Dari tribun, wisatawan atau penikmat selancar dapat melihat aksi atlet idolanya.

KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI Mengabadikan momen dikejar ombak bono sungguh mengasyikkan dan takkan terlupakan.
Di bono Semenanjung Kampar, belum ada tempat representatif untuk wisatawan atau penikmat melihat aksi peselancar, apalagi di lokasi yang memiliki ombak besar sampai empat meter. Cara terbaik, namun menguji nyali dan cukup berbahaya adalah dengan mengikuti bono dengan perahu mesin cepat.

Perahu harus mampu berjalan di depan bono apabila tidak ingin dilindas ombak tinggi.

Dari perahu ini, melihat ombak besar mengejar di belakang dipastikan akan menaikkan kadar adrenalin dalam darah. Pemandangan dikejar bono yang menurut mitos disebut "tujuh hantu" itu sangat menantang dan dipastikan akan menjadi pengalaman tidak terlupakan seumur hidup.

Cara itu tentu terbilang mahal, karena ongkos sewa boat tidak murah. Apalagi orang-orang yang takut air atau tidak dapat berenang, juga tidak disarankan ikut dalam perahu mesin cepat dikejar-kejar bono.

Metoda paling aman dan murah adalah menonton bono dari pinggir sungai. Hanya saja, bono yang dapat dilihat tentunya hanya sekali lewat saja.

Wisata bono sebenarnya dapat dikembangkan untuk wisatawan yang ingin belajar berselancar di atas bono kecil, terutama dekat dengan perkampungan. Apalagi saat ini lebih dari 30 warga lokal, senantiasa memanfaatkan bono sebagai ajang bersenang-senang. Atlet lokal yang terlatih, dapat menjadi pelatih wisatawan.

KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI Mengabadikan momen dikejar ombak bono sungguh mengasyikkan dan takkan terlupakan.
Jadi, masih banyak jualan bono yang dapat dikembangkan termasuk paket dikejar-kejar bono yang mendebarkan itu. Kreativitas seperti itulah yang harus diikembangkan.

Sekarang ini, banyak wisatawan bono yang rada kecewa tidak mendapatkan gambaran seperti digembar-gemborkan media. Apalagi untuk mencapai Teluk Meranti harus melalui jalan rusak sejauh 55 kilometer yang membuat badan serasa remuk redam.

Kerja keras pemerintah untuk membenahi bono memang masih dibutuhkan, agar fenomena alam itu benar-benar dapat dijual sebagaimana mestinya obyek wisata. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Jalan Jalan
Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

Travel Promo
15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

Jalan Jalan
Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Travel Tips
Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Travel Update
Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Travel Update
Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Jalan Jalan
Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Travel Tips
India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

Travel Update
Serunya Memancing Kakap dan Kuwe 'Giant Trevally' di Belitung Timur

Serunya Memancing Kakap dan Kuwe "Giant Trevally" di Belitung Timur

Jalan Jalan
Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Travel Update
Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Travel Tips
10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

Jalan Jalan
Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.