Kompas.com - 23/03/2016, 08:12 WIB
Seorang turis asal Australia dimintai tanda tangan oleh pelajar di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (11/9/2015). Turis tersebut adalah peserta Darwin-Ambon Yacht Race and Rally 2015. KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERINSeorang turis asal Australia dimintai tanda tangan oleh pelajar di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (11/9/2015). Turis tersebut adalah peserta Darwin-Ambon Yacht Race and Rally 2015.
EditorI Made Asdhiana
PERTH, KOMPAS.com - Konsul Jenderal (Konjen) RI untuk Australia Barat, Ade Padmo Sarwono optimistis jumlah wisatawan pemilik kapal layar (yachter) berkunjung ke Indonesia akan meningkat tajam.

"Kita mendukung upaya pemerintah Indonesia meningkatkan arus wisatawan dari Australia," kata Ade Padmo Sarwono di Perth, Senin (21/3/2016).

Ade menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan promosi "Wonderful Indonesia for Yachter Community Australia 2016".

Ade menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah mengambil kebijakan yang tepat untuk mempromosikan perairan Indonesia terkait dengan wisata layar kepada warga Australia.

Alasannya, menurut Ade, banyak warga negara Australia yang memiliki perahu layar (yacht) sehingga mendapatkan pengetahuan dan promosi soal keunggulan perairan di Indonesia.

Ade menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan sejuta kapal asing yang berwisata layar ke perairan Indonesia hingga 2019.

Target tersebut dapat tercapai melalui empat agenda festival bahari dalam setahun seperti Sail Karimata atau Festival Bahari Batam.

Hal lain yang mendukung peningkatan jumlah wisatawan bahari, yakni pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan bagi 90 Negara di Dunia dan Perpres No.105/2015 tentang Kemudahan Yacht dan Kapal Pesiar Asing Masuk ke Indonesia.

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN Sejumlah perahu layar yang berpartisipasi dalam Darwin-Ambon Yacht Race and Rally 2015 telah tiba di pesisir Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (11/9/2015).
Sementara itu, anggota komunitas Yacht "Fremantle", Terry Baker menyambut baik regulasi baru soal kemudahan bagi para pemilik kapal untuk berlayar ke perairan Indonesia.

"Komunitas Yacht akan semakin banyak berlayar ke perairan Indonesia," tutur Baker.

Baker juga memiliki pengalaman sebelumnya mengalami kesulitan berlayar ke perairan Indonesia karena prosedurnya rumit, padahal Indonesia terkenal memiliki beberapa spot unggulan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.