Juni, Citilink Buka Rute Beijing-Lombok

Kompas.com - 25/03/2016, 19:12 WIB
Atraksi kesenian khas Lombok, 'gendang beleq' pada peresmian Hotel d'Praya Lombok di Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/10/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAAtraksi kesenian khas Lombok, 'gendang beleq' pada peresmian Hotel d'Praya Lombok di Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/10/2014).
EditorI Made Asdhiana

MATARAM, KOMPAS.com - Mulai Juni tahun ini perusahaan penerbangan Citilink akan membuka rute penerbangan dari Beijing, China menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Rencananya mereka akan melakukan penerbangan satu kali dalam seminggu Beijing-Lombok," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Lalu Moh Faozal di Mataram, Kamis (24/3/2016).

Ia menuturkan, untuk melayani rute Beijing - Lombok International Airport (LIA) -- sebelumnya Bandara Internasional Lombok (BIL) -- Citilink akan menggunakan pesawat Airbus berkapasitas 180 orang.

(BACA: Wisata Halal Jangan Sebatas Jargon)

"Jadi kepastian penerbangan Beijing-Lombok ini murni business to business pihak maskapai Citilink, tanpa ada campur tangan dari pemerintah daerah," ujarnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan tiba di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (17/4/2014).
Menurut Faozal, NTB menargetkan kunjungan wisatawan asal China pada 2016 sebanyak 500.000 orang.

"Kalau ini jadi terlaksana, kita berharap jumlah kunjungan wisatawan China akan semakin meningkat karena, selama ini wisatawan China yang datang ke NTB masih melalui Bali," jelasnya.

Sebelumnya, saat kunjungan Dubes China untuk Indonesia Xie Feng ke Nusa Tenggara Barat pada Februari lalu Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mendorong agar pemerintah China membuka penerbangan langsung China-Lombok.

Penerbangan langsung tersebut diyakini akan meningkatkan kunjungan wisatawan luar negeri ke NTB.

Gubernur melihat penerbangan langsung tersebut sangat memungkinkan, jika melihat tingginya kunjungan wisatawan China ke NTB saat ini.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Suku Sasak di Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Warga Desa Sade menjajakan kain tenun khas Lombok kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung tradisional tersebut.
Saat pertemuan itu, Gubernur NTB juga memberi gambaran, banyak wisatawan China yang menikmati keindahan alam di Lombok. Namun, mereka biasanya mengunjungi daerah ini usai berlibur ke Bali.

Gubernur NTB menekankan penerbangan langsung itu tidak semata-mata untuk kepentingan wisata, melainkan juga sangat strategis untuk menunjang hubungan ekonomi antara China dan NTB yang kini semakin baik.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X