Kompas.com - 02/04/2016, 09:12 WIB
EditorI Made Asdhiana

SELAMAT datang di Bali. Lagi-lagi Bali ya. Alasannya, Bali itu menawarkan sejuta keindahan, ya pemandangannya, maupun, tradisi dan adatnya. Nah untuk alasan terakhir itu, Weekend Yuk datang ke Bali.

Mengapa memilih Nyepi? Karena sebelum Bali sunyi senyap selama 24 jam di hari raya, ada dua  ritual mendahuluinya yang pelaksanaannya justru sangat meriah.

Meriah karena massif, di seluruh pelosok Bali dan juga atribut-atribut penunjangnya yang menarik perhatian.

ARSIP KOMPAS TV Ogoh-ogoh yang diparadekan dalam MEL Ogoh-ogoh Sanur, Bali, Selasa (8/3/2016).
Pada hari-hari tersebut semua generasi memenuhi Pura dan Bale Banjar terdekat dari rumah mereka. Tua muda, laki-laki, perempuan bahkan anak-anak tak mau ketinggalan mengikuti seluruh rangkaian ibadah ini.

Adapun ritual keagamaan yang dilangsungkan secara massal menjelang Nyepi adalah Upacara Melasti.

ARSIP KOMPAS TV Pantai Sanur, Bali, Selasa (8/3/2016).
Dalam kepercayaan umat Hindu, sumber air seperti danau dan laut dianggap sebagai tirta amerta atau air kehidupan. Sumber-sumber air itu memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, termasuk umat manusia.

Karenanya, pada hari Melasti, umat Hindu berbondong-bondong ke danau atau ke laut, sembari membawa beragam perangkat ibadah seperti arca, patung atau pratama dan pralingga.

Perangkat-perangkat tersebut nantinya akan disucikan menggunakan air laut atau danau.

ARSIP KOMPAS TV Perempuan-perempuan Bali sedang khidmat melaksanakan upacara Melasti di pantai Sanur, Minggu (6/3/2016).
Makna utama hari raya adalah umat manusia kembali suci ke fitrahnya, begitupun dengan Hari Raya Nyepi.  Karenanya sebelum hari raya, seluruh unsur-unsur negatif harus pergi dari diri manusia dan lingkungan sekitar.

Pada umat Hindu, ritual pembersihan unsur-unsur negatif ialah dengan melakukan ritual Buta Yadnya atau upacara untuk menghalau kehadiran Buta Kala yang merupakan manifestasi unsur-unsur negatif dalam kehidupan manusia.

Arak-arakan ogoh-ogoh adalah salah satu dari ritual Yadnya.  Ogoh-ogoh merupakan boneka atau patung beraneka rupa yang menjadi simbolisasi unsur negatif,  sifat buruk atau  kejahatan yang ada di sekeliling manusia.

ARSIP KOMPAS TV Salah satu fasilitas di Sukun Bali Cottages di Sanur, Bali.
Mengarak Ogoh-ogoh sepanjang jalan secara bersama-sama bertujuan agar Buta Kala dan segala unsur negatif lainnya menjauh dan tidak mengganggu kehidupan manusia.

Kawasan pesisir Sanur pada Tahun Caka 1938 kali ini menggelar MEL Ogoh-ogoh Festival pada Selasa, 8 Maret 2016. Lokasinya terpusat  di dekat Pantai Segara. Seluruh warga tampak memenuhi jalan, bahkan para pemuka adat.

Parade Ogoh-ogoh dibuka dengan gamelan yang dimainkan oleh para remaja Sanur. Setiap banjar memiliki satu Ogoh-ogoh utama yang berukuran raksasa, dan beberapa Ogoh-ogoh ukuran kecil. Untuk menarik perhatian, penampilan Ogoh-ogoh disertai tarian dan fragmentasi.

ARSIP KOMPAS TV Warga Desa Intaran Semawang berdoa dalam upacara Melasti di Pantai Segara Sanur, Bali, Minggu (6/3/2016).
MEL Ogoh-ogoh kali ini bertema Calon Arang. Karenanya, Ogoh-ogoh yang dibuat pun bertema ilmu hitam dengan bentukan Buta Kala raksasa.

Parade berlangsung sejak pukul 19.00 Wita hingga 24.00 Wita. Setelah tampil, Ogoh-ogoh dibakar di pinggir pantai sebagai simbol hilangnya keangkaramurkaan di dunia. (KompasTV/Fitri Oktarini)

Ikuti perjalanan Weekend Yuk menjelang perayaan Nyepi Tahun Caka 1938 di KompasTV, Minggu, 3 April 2016 pukul 10.30 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Travel Tips
Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Jalan Jalan
Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.