Kompas.com - 02/04/2016, 17:02 WIB
Pesawat Wings Air dan Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/5/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPesawat Wings Air dan Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/5/2014).
EditorI Made Asdhiana

BANYUWANGI, KOMPAS - Pemerintah mulai menggarap penerbangan malam hari di Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi, Jawa Timur. Penerbangan malam ini menjadi salah satu upaya membuka akses dari berbagai tempat ke Banyuwangi untuk memudahkan turis dan pebisnis masuk ke kabupaten itu.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (1/4/2016), mengatakan, Bandara Banyuwangi secara teknis sudah bisa didarati pesawat pada malam hari.

Kelengkapan yang dibutuhkan, antara lain non-directional beacon, sudah terpasang. Kini tinggal menanti izin dari Kementerian Perhubungan untuk penerbangan rute malam.

Persiapan penerbangan malam hari telah dilakukan di Kantor Otoritas Bandara Juanda, Sidoarjo, Rabu (30/3/2016).

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Jatim.
Selain Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono, hadir pula Direktur Teknik Navigasi Penerbangan AirNav Lukman Laisa, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Yuli Hastono, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta jajaran pejabat Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.

Tim kecil yang bertugas menangani hal teknis untuk penerbangan malam hari sudah terbentuk.

Menurut Anas, dengan adanya penerbangan malam, frekuensi penerbangan ke Banyuwangi semakin banyak. Sektor pariwisata dan bisnis pun bisa ikut terdongkrak.

Selama ini pengembangan Bandara Blimbingsari juga didukung dengan pembuatan jalan tembus sepanjang 2,3 kilometer dari Banyuwangi menuju bandara, jalan lingkar untuk memudahkan akses, dan penyiapan sumber daya manusia kebandaraan melalui Politeknik Negeri Banyuwangi.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Petambang memikul belerang seberat lebih dari 70 kilogram. Mereka harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Ijen menuju Pos Paltuding di kawasan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Gunung Ijen kini sudah mengantisipasi gejala bencana dari kawah tersebut.
Landasan pesawat di Bandara Blimbingsari juga diperpanjang dari 1.800 meter menjadi 2.250 meter. Ini akan diikuti dengan penguatan landasan agar pesawat jet bisa mendarat di Blimbingsari. Saat ini pesawat yang bisa mendarat hanya jenis ATR dengan kapasitas penumpang 70 orang.

Terminal penumpang dengan kapasitas 300-400 orang pun dibangun. Terminal penumpang yang didesain khusus oleh arsitek Andra Matin itu mengusung konsep ramah lingkungan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.