Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Asuransi Perjalanan, Simak Dulu Tipsnya...

Kompas.com - 10/04/2016, 10:41 WIB
Sri Anindiati Nursastri

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Asuransi perjalanan dibutuhkan untuk bisa masuk ke beberapa kawasan negara, Schengen misalnya. Sebelum daftar asuransi perjalanan, ada beberapa tips yang perlu disimak.

Beberapa negara, termasuk semua negara Schengen, mewajibkan wisatawan untuk punya travel insurance (asuransi travel). Pada dasarnya, asuransi perjalanan dibutuhkan untuk meng-cover biaya jika ada insiden, kecelakaan, atau gangguan medis selama perjalanan.

Banyak asuransi perjalanan yang ditawarkan untuk turis Indonesia, antara lain AXA Travel Insurance, ACE Travel Insurance, dan ACA Travel Insurance.

"Jenis asuransi travel itu sendiri berbeda sesuai kebutuhan. Tergantung juga pada lamanya perjalanan dan destinasi tujuan," tutur Sugiarto, Travel Insurance Product Owner Asuransi Central Asia (ACA) kepada KompasTravel di pameran Destination Europe 2016, Balai Kartini, Sabtu (9/4/2016).

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Travel insurance Schengen.
Ada beberapa hal yang penting diketahui sebelum Anda mendaftar asuransi perjalanan. Pertama, lanjut Sugiarto, adalah perbedaan asuransi travel dengan asuransi kesehatan dari maskapai dan asuransi jiwa.

"Asuransi jiwa kan meng-cover semua aspek medis, sementara asuransi kesehatan maskapai hanya meng-cover dari spot keberangkatan sampai spot kedatangan. Nah, asuransi perjalanan meng-cover seluruh insiden atau gangguan medis selama perjalanan," papar dia.

Namun hal yang perlu diperhatikan, asuransi perjalanan tidak meng-cover penyakit kronis seperti jantung. Oleh karena itu, tambah Sugiarto, wisatawan harus memberitahu pihak travel insurance penyakit dan riwayat kesehatan sebelum mendaftar.

Harga asuransi pun berbeda sesuai kebutuhan. Asuransi perjalanan ACA misalnya, mengenakan biaya 21 dollar AS untuk negara-negara Schengen. Khusus negara-negara Eropa bagian utara (Skandinavia), wisatawan wajib menambahkan asuransi perjalanan selama 15 hari.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Universidad Internacional de Andalucia di Kota Baeza, Spanyol yang selalu ramai dikunjungi pelancong. Pemerintah Spanyol tengah berusaha kuat menarik wisatawan dari Asia, termasuk Indonesia untuk menikmati keindahan negeri ini, termasuk Kota Baeza.
Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah sistem asuransi. ACA misalnya, menggunakan sistem reimburse untuk asuransi perjalanan.

"Sistem kami adalah wisatawan membayar terlebih dahulu, kemudian ketika tiba di Indonesia langsung direimburse," tambah Sugiarto.

Selain negara-negara Schengen, ada baiknya wisatawan juga mendaftar asuransi perjalanan di negara-negara Asia terutama Jepang dan Korea.

Sugiarto menyebutkan, biaya medis di kedua negara tersebut sama dengan negara-negara Eropa. "Begitu juga Amerika Serikat," tambah dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com