Imelda Bachtiar

Alumnus Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Indonesia (UI) tahun 1995 dan Pascasarjana Kajian Gender UI tahun 2010. Menulis dan menyunting buku bertema seputar memoar dan pemikiran tokoh berkait sejarah Indonesia, kajian perempuan, Peristiwa 1965 dan kedirgantaraan. Karyanya: Kenangan tak Terucap. Saya, Ayah dan Tragedi 1965 (Penerbit Buku Kompas-PBK, 2013), Diaspora Indonesia, Bakti untuk Negeriku (PBK, 2015); Pak Harto, Saya dan Kontainer Medik Udara (PBK, 2017); Dari Capung sampai Hercules (PBK, 2017).

Jam Gadang, Ikon Wisata Bukittinggi

Kompas.com - 11/04/2016, 13:20 WIB
Warga mengikuti senam di halaman Tugu Jam Gadang, Bukittingi, Sumatera Barat, Minggu (19/2/2012). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Warga mengikuti senam di halaman Tugu Jam Gadang, Bukittingi, Sumatera Barat, Minggu (19/2/2012).
EditorWisnubrata

Kalau iseng bertanya pada sepuluh orang saja yang kita temui acak di Bukittinggi, Sumatera Barat: Apa ciri khas kota dingin yang pernah jadi ibukota negara di masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia tahun 1948 itu? Jam Gadang.

Pasti itu jawabannya. Penanda waktu, penanda pusat kota, dan lokasi berfoto paling kondang se-Sumatera Barat, juga kebanggaan seluruh warganya. Umur Jam Gadang tahun ini tepat 90 tahun!

Pagi 26 Maret 2016. Hari masih pukul 8.00. Pelataran Jam Gadang (Besar) dan Pasar Ateh (Atas) di Bukittinggi belum ramai. Beberapa toko pakaian muslim dan mukena khas yang ada di lantai dasar menghadap patung sepasang harimau Sumatera, belum lagi buka. Tetapi, suami isteri itu sudah terburu-buru mengemasi dagangannya, aneka kaos dengan gambar logo Jam Gadang Bukittinggi.

Untuk menggelar dagangannya, mereka memang telah menyiapkan meja lebar yang rendah, seukuran tinggi orang berjongkok, yang dilengkapi roda-roda besi. Kapan saja, meja dagangan ini bisa dikemasi dan berpindah dengan gampang.

“Memang seperti inilah cara kita berdagang. Sudah lima tahun ini, tak gampang berdagang kaos suvenir di sini. Masih pagi, tapi polisi sudah minta kita pergi,” kata An (48).

Miris melihat nasib pedagang kaki lima yang biasa berjualan bebas di pelataran Jam Gadang ini. Tetapi di sisi lain, banyak yang bersyukur karena Jam Gadang kembali terlihat bentuk aslinya, menara jam yang indah, penanda waktu yang menjadi saksi sejarah karena usianya sudah amat tua: 90 tahun.

Jam Gadang kembali megah dan anggun, karena pelatarannya kini telah bersih dari pedagang kaki lima makanan dan pakaian, tempat sampah dan taman pepohonannya dirawat baik, juga kursi-kursi betonnya kembali dicat.

Taman Sabai Nan Aluih -tempat tegaknya Jam Gadang- juga Istana Bung Hatta dan Pasar Ateh,  seperti menjadi kesatuan yang indah dibingkai oleh panorama Ngarai Sianok di kejauhan.

Sejarah Jam Gadang

Berada persis di tengah kota, bangunan ini semacam tugu dengan tinggi 26 meter yang denah bangunan dasarnya berukuran 13x4 meter berdisain khas Eropa-zaman kolonial. Jam bulat berdiameter 80 cm itu dipasang di puncak tugu, di keempat sisi pucuk bangunan. Jadi, ada empat bulatan jam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Travel Update
Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Travel Update
Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Travel Update
Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Travel Update
Cek Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru Little Venice Puncak

Cek Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru Little Venice Puncak

Travel Update
5 Tempat Wisata Dekat Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta

5 Tempat Wisata Dekat Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta

Jalan Jalan
Satu Hari di KidZania Jakarta, Bisa Jadi Dokter Bedah sampai Pembalap

Satu Hari di KidZania Jakarta, Bisa Jadi Dokter Bedah sampai Pembalap

Jalan Jalan
Swedia Cabut Syarat Hasil Negatif Covid-19 bagi Turis Asing

Swedia Cabut Syarat Hasil Negatif Covid-19 bagi Turis Asing

Travel Update
Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Mulai 24 Januari

Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Mulai 24 Januari

Travel Update
12 Tempat Instagramable Jakarta Pusat, Bisa buat Berburu Foto

12 Tempat Instagramable Jakarta Pusat, Bisa buat Berburu Foto

Jalan Jalan
 5 Tips Berkunjung ke KidZania Jakarta, Datang Saat 'Weekdays'

5 Tips Berkunjung ke KidZania Jakarta, Datang Saat "Weekdays"

Travel Tips
Tak Hanya Anak, Kini Remaja Bisa Bermain Sambil Nostalgia di KidZania

Tak Hanya Anak, Kini Remaja Bisa Bermain Sambil Nostalgia di KidZania

Jalan Jalan
20 Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris, Lengkap dengan Artinya

20 Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris, Lengkap dengan Artinya

Travel Tips
7 Pilihan Hotel Dekat Taman Safari Prigen, Mulai dari Rp 300.000

7 Pilihan Hotel Dekat Taman Safari Prigen, Mulai dari Rp 300.000

Travel Promo
PKL Malioboro Direlokasi, Pindah ke Mana?

PKL Malioboro Direlokasi, Pindah ke Mana?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.