Kompas.com - 15/04/2016, 20:07 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

DOMPU, KOMPAS com - Ratusan perempuan Suku Mbojo memasuki area tempat dimulainya Festival Pesona Tambora 2016 di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/4/2016) sore.

Festival tersebut adalah yang kali kedua diadakan setelah yang pertama diselenggarakan tepat tahun 2015 dalam rangka memperingati 200 tahun meletusnya Gunung Tambora.

Pantauan KompasTravel di lokasi, para perempuan berjalan dengan berbaris seraya membawa spanduk tempat asal atau komunitas mereka. Mereka semua mengenakan rimpu, yaitu kain tenun khas daerah Bima yang dibalut menutupi kepala dan setengah bagian badannya.

Beberapa saat sebelum acara dimulai, beberapa perempuan mengenakan rimpu di sekitar area festival. Setelah mengenakan rimpu dengan rapi, kebanyakan di antara mereka menyempatkan diri untuk berfoto dan berpose layaknya model pakaian.

Ratusan perempuan dengan rimpunya pun memasuki area festival seperti sedang mengadakan pawai. Masing-masing dari mereka tersenyum dan menyempatkan diri berpose sewaktu dihampiri oleh sejumlah pewarta foto.

Bupati Dompu Bambang M Yasin dalam kata sambutannya menyebutkan, banyak potensi wisata dari daerah Dompu, termasuk rimpu yang tengah dipamerkan oleh masyarakatnya.

KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Dua perempuan suku Mbojo diabadikan saat menghadiri acara pembuka Festival Pesona Tambora di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/4/2016). Perempuan suku Mbojo yang belum menikah mengenakan rimpu atau balutan kain tanpa memperlihatkan wajah mereka seutuhnya, sedangkan yang telah menikah, rimpu dipasang tidak menutup wajah.
Bambang juga berharap agar penyelenggaraan Festival Pesona Tambora bisa diadakan secara rutin setiap tahunnya, sehingga potensi wisata lokal dapat terangkat dan mengharumkan nama Dompu serta Nusa Tenggara Barat di mata dunia.

"Potensi wisata di Dompu itu luar biasa. Kita harus perkenalkan ini, karena daerah lain saat ini sedang iri, mengapa Gunung Tambora ada di Dompu, kenapa Gunung Tambora tidak berada di tempat lain," kata Bambang.

Rangkaian acara Festival Pesona Tambora 2016 telah dimulai sejak Rabu (13/4/2016) lalu, dengan kegiatan pertama adalah melepas 11 pelari yang berpartisipasi dalam lomba lari ultra Lintas Sumbawa 320K, dari Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, menuju Doro Ncanga di Kabupaten Dompu.

Kemudian dilanjutkan dengan Tambora Bike Camp yang dimulai pada Kamis (14/4/2016). Para penggemar gowes tersebut melalui tiga etape dan menginap di tenda yang telah dibawa masing-masing, yakni etape satu Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat hingga ke Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa Besar; etape dua dari Desa Luk menuju Pulau Moyo; dan etape tiga dari Pulau Moyo ke Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, sebagai titik finish Tambora Bike Camp.

Lomba lainnya yakni Lintas Sumbawa 100K yang dimulai dari Bima hingga Doro Ncanga. Lomba ini dimulai pada hari ini.

Adapun kegiatan yang tak kalah pentingnya, Tambora Ultra 50K dan 25K, akan digelar Sabtu (16/4/2016) dini hari. Mereka akan berlari menuju Gunung Tambora saat gelap dan diperkirakan sampai di puncak bertepatan dengan terbitnya mentari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.