Kompas.com - 18/04/2016, 13:08 WIB
Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Festival Arung Jeram selama dua hari, Sabtu (16/4/2016) dan Minggu (17/4/2016). Festival Arung Jeram digelar di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon. KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIPemkab Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Festival Arung Jeram selama dua hari, Sabtu (16/4/2016) dan Minggu (17/4/2016). Festival Arung Jeram digelar di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon.
|
EditorI Made Asdhiana

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Festival Arung Jeram selama dua hari, Sabtu (16/4/2016) dan Minggu (17/4/2016) di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon. Pelaksanaan festival tersebut untuk mengenalkan destinasi wisata baru yang berada di bawah kaki Gunung Raung.

Sungai Badeng juga dikenal dengan nama Sungai Bate yang hulunya berasal dari mata air Gunung Raung dengan kedalaman 50 cm. Tapi di titik-titik tertentu kedalaman mencapai 3 meter dengan batu muda yang tidak tajam sehingga aman saat digunakan arung jeram.

Selain itu, pemandangan di sekitar Sungai Badeng sangat indah dan masih alami sehingga layak untuk dicoba bagi para pecinta arung jeram.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda kepada KompasTravel Minggu (17/4/2016), menjelaskan Festival Arung Jeram baru pertama kali masuk dalam Banyuwangi Festival 2016.

Festival ini melengkapi event sport tourism dalam rangkaian 53 event Banyuwangi Festival 2016. "Dengan festival ini kami ingin mengenalkan destinasi wisata baru yang ada di Banyuwangi dan mendukung perwujudan konsep sport tourism yang sedang digalakkan oleh Pemkab Banyuwangi," kata Bramuda.

Bramuda menjelaskan selain Festival Arung jeram, tahun ini Pemlab Banyuwangi juga menggelar International Tour de Banyuwangi Ijen (11-14 Mei), Kompetisi International BMX (2-3 April), Underwater Festival (21-22 Mei), Kite and Wind Surfing Competition (20-21 Agustus), dan International Run (9 Oktober).

Di Sungai Badeng, peserta bisa memilih tubing atau body rafting, yaitu meluncur di atas sungai menggunakan ban dalam karet jenis kendaraan besar atau bisa juga rafting dengan menggunakan perahu karet yang berisi empat sampai enam orang.

Operator tur arung jeram adalah Karo Rafting yang dikelola profesional oleh kelompok masyarakat setempat. Setiap tim arung jeram akan melakukan pengarungan sejauh 3 kilometer yang akan ditempuh selama 45 menit hingga 1 jam.

Handoko Purnomo, salah satu peserta arung jeram kepada KompasTravel mengaku sangat menikmati perjalanan menggunakan perahu karet bersama timnya.

"Ngeri-ngeri sedap! Apalagi waktu meluncur di ketinggian. Tapi ini pengalaman pertama yang luar biasa. Tidak akan menolak kalau olahraga seperti ini lagi," kata Handoko sambil tertawa. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catat, Diskon 40 Persen dan Promo Kidzania Sampai Akhir Februari 2022

Catat, Diskon 40 Persen dan Promo Kidzania Sampai Akhir Februari 2022

Travel Promo
Kondisi TMII yang Terbengkalai Beredar di Twitter, Ini Penjelasannya

Kondisi TMII yang Terbengkalai Beredar di Twitter, Ini Penjelasannya

Travel Update
9 Kafe Instagramable Kediri, Cocok buat Tempat Ngopi dan Nongkrong

9 Kafe Instagramable Kediri, Cocok buat Tempat Ngopi dan Nongkrong

Jalan Jalan
Creative Hub Puncak Waringin Labuan Bajo Diserahkan ke Pemda Manggarai Barat

Creative Hub Puncak Waringin Labuan Bajo Diserahkan ke Pemda Manggarai Barat

Travel Update
Asyiknya Panen Stroberi Sambil Ngopi di Oktobery Tasikmalaya

Asyiknya Panen Stroberi Sambil Ngopi di Oktobery Tasikmalaya

Jalan Jalan
5 Cara Menenangkan Bayi Saat Naik Pesawat Menurut Psikolog

5 Cara Menenangkan Bayi Saat Naik Pesawat Menurut Psikolog

Travel Tips
Harga Tiket Jembatan Gantung dan Gondola di Girpasang Klaten

Harga Tiket Jembatan Gantung dan Gondola di Girpasang Klaten

Travel Update
Daftar 25 Negara yang Terapkan Pajak Turis Mulai 2022, Ada Indonesia

Daftar 25 Negara yang Terapkan Pajak Turis Mulai 2022, Ada Indonesia

Travel Update
Saran Pakar Feng Shui untuk Tahun Macan Air, Cari Tempat Wisata Baru

Saran Pakar Feng Shui untuk Tahun Macan Air, Cari Tempat Wisata Baru

Travel Tips
5 Negara Pilihan Utama Pensiunan 'Crazy Rich', Swiss Salah Satunya

5 Negara Pilihan Utama Pensiunan "Crazy Rich", Swiss Salah Satunya

Jalan Jalan
Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Travel Promo
Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Travel Tips
Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Travel Update
Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Travel Update
Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.