Kompas.com - 21/04/2016, 15:11 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

SUMBAWA BARAT, KOMPAS.com - Selain dikenal karena budidaya rumput lautnya, Desa Labuhan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, juga memiliki pantai yang terbilang strategis tetapi belum ramai dikunjungi wisatawan.

Letak pantai yang dinamakan Pantai Kertasari itu tidak jauh dari tempat warga sekitar menanam rumput laut, dengan jaraknya yang terpaut sekitar 500 meter. Pantai dengan pasirnya yang berwarna putih itu bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat.

Di sebelah kiri dan kanan jalan, pengunjung dapat melihat deretan rumah petani rumput laut dan beberapa penginapan milik warga negara asing yang diberi pagar dan pembatas tersendiri.

Kawasan Pantai Kertasari diakui warga sekitar belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Bahkan, wisatawan domestik maupun mancanegara mendapatkan informasi keberadaanPpantai Kertasari dari media sosial warga sekitar yang membuka usaha di sana.

Salah satunya adalah Suhardi (39), warga pendatang dari Sulawesi. Suhardi membuka tempat bernama Kelly Cafe, dengan bermodalkan sebuah warung kelontong kecil, beberapa papan selancar yang disewakan, dan kemampuannya untuk mengajarkan bagaimana caranya berselancar kepada pengunjung.

KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Wisatawan di Pantai Kertasari bisa menyewa papan selancar dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 50.000 tanpa batas waktu maksimal.
Dia menceritakan, awal mulanya, cara untuk memperkenalkan tempat itu adalah melalui akun Facebook. Hingga satu per satu wisatawan mancanegara sampai domestik datang ke sana.

"Kertasari wisatanya belum terlalu dikenal. Paling banyak itu bule yang ke sini karena ombaknya bagus, pemandangannya juga bagus," kata Suhardi kepada KompasTravel, Selasa (12/4/2016).

Menurut Suhardi, ombak di pantai Kertasari bisa mencapai lima hingga tujuh meter. Dari pengalamannya menemani wisatawan mancanegara, beberapa tahun terakhir, waktu favorit kunjungan wisatawan pada bulan Maret, Agustus, dan September setiap tahunnya.

"Karena bulan-bulan itu, ombaknya lagi tinggi. Paling tinggi ombak bulan Agustus," tutur Suhardi.

Di pinggir pantai, ada karang-karang yang bisa dilewati oleh pengunjung. Dari karang tersebut, dapat terlihat lebih jelas pemandangan ke arah laut maupun untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.