Kompas.com - 21/04/2016, 16:04 WIB
Hidenori Izaki, barista asal Jepang yang merupakan orang Asia pertama pemenang kejuaraan World Barista Champion 2014 di Rimini, Italia. KOMPAS.com/Muhammad Irzal AdiakurniaHidenori Izaki, barista asal Jepang yang merupakan orang Asia pertama pemenang kejuaraan World Barista Champion 2014 di Rimini, Italia.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai jenis kopi terbaik dihasilkan dari tanah Indonesia, hampir setiap pulau memiliki ciri khasnya masing-masing. Seperti Aceh dengan kopi Gayonya, Lampung, Toraja, Arabica dari Papua, Kintamani dari Bali, ternyata salah satu kenikmatan kopi bukan hanya berasal dari jenis bijinya saja.

Hidenori Izaki, barista asal Jepang yang merupakan orang Asia pertama pemenang kejuaraan World Barista Champion 2014 di Rimini, Italia membocorkan rahasia membuat kopi yang nikmat.

Ia menjelaskan berbagai faktor yang mempenaruhi kenikmatan kopi tersebut dalam acara Coffee O'Clock di Maxx Coffee, Lippo Mal Karawaci, Rabu (20/4/2016).

Menurutnya, kenikmatan kopi itu berasal dari tiga faktor yang saling berkaitan. "Kopi nikmat itu merupakan hasil kombinasi biji kopi berkualitas, keahlian seorang barista, dan alat atau mesin kopi yang digunakan," ujarnya Hidenori.

Ia memaparkan untuk mendapatkan biji kopi yang berkualitas, pertama harus memperhatikan jenis kopi yang dipilih. Karakter tiap biji dari tiap daerah berbeda-beda. Selain itu kesegaran biji kopi pun sangat berpengaruh.

Lama penyimpanan kopi setelah di panen hanya enam bulan. Biji-biji kopi yang melalui perjalanan panjang hingga sampai dan dijual di suatu tempat perlu penanganan khusus. 

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Hidenori Izaki, barista asal Jepang yang sedang mempraktekan teknologi mesin espresso terbaru Victoria Arduino seri VA V388 Black Eagle dan grinder Mythos One Nouva Simonelli, di Lippo Mal Karawaci, Rabu (20/4/2016).
Setelah itu peralatan atau mesin pengolah kopi yang canggih dan tepat. Menurutnya, sebuah mesin kopi akan sangat berpengaruh terhadap hasil racikan kopi seorang barista, karena semakin canggih fiturnya akan semakin meningkatkan keakuratan seorang barista dalam meracik kopi terbaik.

Dari berbagai jenis mesin, yang paling umum digunakan tingkat high end ialah jenis mesin kopi dengan volume metric. Namun, saat ini beberapa brand internasional ternama seperti Nouva Simonelli menggunakan mesin berdasar graphic metric. Mesin dengan graphic metric merupakan teknologi canggih yang mampu membuat espresso yang konsisten dan berkualitas.

"Mesin kopi dengan volume metric, sudah cukup presisi, tapi biasanya akan membuat kopi menggumpal. Tapi dengan mesin berdasar graphic metric, yaitu berdasar gramnya, akan dihasilkan kopi espresso yang presisi dan konsisten sehingga tidak menggumpal. Kopi yang dihasilkan pun akan lebih berkualitas," ujar Hidenori.

Terakhir ialah keahlian sang barista sendiri. Ia mengatakan keahlian tersebut didapat dari jam terbang dan mengeksplor bahan dan teknik-teknik baru membuat berbagai varian kopi dari berbagai daerah. Ia sendiri mengaku telah tertarik menekuni dunia kopi sejak usia 16 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.