Kompas.com - 27/04/2016, 23:41 WIB
EditorI Made Asdhiana

Direktur Pemasaran Golf Wonderful Indonesia Merry Kwan mengatakan, wisata golf di Indonesia belum tergarap dengan baik. Ia melihat belum ada strategi khusus untuk memasarkan Indonesia sebagai destinasi wisata golf secara menyeluruh.

”Kami masing-masing jalan sendiri. Wisata golf tampaknya belum dianggap bisa mendatangkan keuntungan bagi Indonesia dan itu salah,” ujarnya.

Jika dilihat dari kuantitas, wisata golf memang tidak banyak mendatangkan wisatawan, tidak sampai separuh dari jumlah wisatawan pada umumnya.

”Namun, para pegolf bisa mendatangkan banyak uang bagi Indonesia. Saat bermain golf, setiap orang bisa mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah untuk 3-4 hari,” kata Merry.

Menurut survei IAGTO, para pegolf biasa pergi ke luar dari negara mereka minimal tiga kali dalam satu tahun. Pengeluaran mereka bisa dua kali lipat daripada wisatawan pada umumnya saat berkunjung ke suatu negara untuk golf.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.