Kompas.com - 28/04/2016, 11:00 WIB
Warga suku Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (18/12/2015), seusai melaksanakan ritual Jumat manis dengan meletakkan sesajen di sekitar kawah Gunung Bromo yang statusnya kini Siaga. Walau ada larangan beraktivitas, terkait status kegunungapian, dalam radius 2,5 kilometer dari Bromo, pihak keamanan memberi toleransi kepada warga Tengger melakukan ritual itu. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAWarga suku Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (18/12/2015), seusai melaksanakan ritual Jumat manis dengan meletakkan sesajen di sekitar kawah Gunung Bromo yang statusnya kini Siaga. Walau ada larangan beraktivitas, terkait status kegunungapian, dalam radius 2,5 kilometer dari Bromo, pihak keamanan memberi toleransi kepada warga Tengger melakukan ritual itu.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca aktivitas kegempaan Gunung Bromo, wisatawan masih diminta tidak memasuki kawasan wisata kawah Bromo. Kondisi Gunung Bromo masih dipastikan berstatus waspada.

Hal itu ditetapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam laporan aktivitas kegempaan Gunung Bromo kepada KompasTravel, Rabu (27/4/2016). Ia menyebutkan dalam laporan Gunung Bromo masih terdengar suara gemuruh dengan kekuatan lemah hingga kuat.

"Dalam status waspada masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo," jelas Sutopo dalam laporan pantauan Gunung Bromo, Rabu (26/4/2016).

Gunung Bromo masih teramati mengeluarkan asap kawah berwarna putih kelabu kecoklatan dengan ketebalan tipis hingga tebal. Sementara tinggi asap berkisar 600-900 meter dari puncak kawah.

Informasi dari BNPB menyebutkan, angin  tenang dan suhu berkisar 9-10 derajat. Tremor pun masih terjadi dengan amplitudo maksimal 10-26 milimeter, dominan 2 milimeter.

Dalam catatan Kompas.com, aktivitas vulkanik Gunung Bromo mengalami peningkatan sejak 30 Oktober 2015. Gunung Bromo kembali mengalami fluktuasi kegempaan sejak Jumat (4/12/2015) hingga menyebabkan status Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dinaikkan dari level Waspada menjadi Siaga.

Dampaknya, kegiatan wisata di Bromo resmi ditutup dan wisatawan pun dilarang mendekat ke kawah Gunung Bromo dan ditetapkan radius aman hingga 2,5 kilometer. Bahkan, aktivitas Gunung Bromo yang mengeluarkan abu vulkanik juga menyebabkan Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, sempat ditutup pada Minggu (10/4/2016) sekitar pukul 13.30 WIB.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gunung Bromo terletak di Jawa Timur dan berada dalam empat kabupaten yakni Kabupaten Lumajang, Pasuruan, Malang, dan Probolinggo. Gunung Bromo yang dikenal sebagai obyek wisata yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Tengger Semeru ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X