Risiko Mabuk dan Tabrak Sapi, Perjalanan "Membelah" Gelap dari Sape ke Bima

Kompas.com - 28/04/2016, 12:33 WIB
Kompleks Istana Kesultanan Bima atau Museum Asi Mbojo di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/6/2015). KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAKompleks Istana Kesultanan Bima atau Museum Asi Mbojo di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/6/2015).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

SAPE, KOMPAS.com - Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, berketinggian 2.850 meter di atas permukaan laut (mdpl) siap memesona kalangan pendaki Indonesia maupun di luar negeri.

Diameter kawah kaldera Gunung Tambora yang mencapai satu kilometer serta bumbu-bumbu cerita letusan dua abad lalu akan terus terpatri di benak para penantang adrenalin.

Setelah mendaki Gunung Kelimutu dan Inerie, melintasi Trans Flores dari Ende ke Labuan Bajo, serta menyeberangi Selat Sape, tim "Jelajah Tanpa Batas-50 Gunung 40 Hari" sempat beristirahat di Kota Bima, Kamis (28/4/2016) tengah malam.

Mereka beristirahat sejenak sebelum beranjak ke gunung ketiga yang akan didaki oleh pendaki gunung marathon solo Willem Sigar Taslim (58) yakni Gunung Tambora.

Wartawan Kompas.com Sri Anindiati Nursastri melaporkan, tim tiba di Pelabuhan Sape pada Kamis (28/4/2016) pukul 00.00 WITA. Tim langsung "tancap gas" membelah gelapnya malam dari Pelabuhan Sape ke Kota Bima.

Saat mulai meninggalkan Pelabuhan Sape, tim menempuh jalan yang berkelok-kelok membelah perbukitan. Kondisi jalur yang dilewati oleh tim terbilang mulus tetapi tak ada penerangan jalan di kiri dan kanan jalan.

"Jalanan sepi gak ada apa-apa. Cuma ada beberapa pemukiman sekitar 4-5 rumah. Di sepanjang jalan gelap gulita gak ada penerangan jalan. Sama sekali gak ada," cerita Sastri dalam ingatan perjalanan tengah malam tadi saat dihubungi dalam perjalanan menuju kaki Gunung Tambora, Kamis (28/4/2016).

Di tengah perjalanan, juga terlihat sapi-sapi liar yang tengah beristirahat. Untuk pelancong yang lemah perutnya, jalur Pelabuan Sape ke Kota Bima berpotensi membuat mabuk darat karena jalan yang meliuk-liuk.

"Yang perlu hati-hati ada sapi karena bisa nabrak nanti. Satu-satunya penerangan dari lampu mobil," ujar Sastri.

Perjalanan dari Pelabuhan Sape ke Kota Bima ditempuh dalam waktu satu jam. Tiba di Kota Bima, tim langsung menuju penginapan berkelas hotel melati untuk beristirahat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Whats Hot
Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Makan Makan
Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Makan Makan
Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Whats Hot
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

Whats Hot
Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Ini 4 Hotel Jakarta Tourisindo yang Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

[Populer Travel] Kru Emirates Salam Perpisahan | Cara Mengolah Telur

Whats Hot
Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Apa Itu Dalgona? Permen Tradisional ala Korea

Makan Makan
Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Borough Market di London Adakan Kelas Memasak Gratis, Tertarik?

Makan Makan
Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Penutupan 20 Tempat Wisata Milik Pemprov Jakarta Diperpanjang

Whats Hot
Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Wings Air Tangguhkan Penerbangan ke Meulaboh Aceh

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X