Kompas.com - 29/04/2016, 18:45 WIB
Sejumlah benda langit menarik teramati dari puncak Tambora pada Senin (23/3/2015). Bagian yang tampak seperti selendang adalah Bimasakti. Di bawahnya, ada dua titik terang, menunjukkan Alpha dan Beta Centauri. Tiga titik yang membentuk bangu segitiga dengan puncak terbalik adalah rasi Gubug Penceng. Kristianto Purnomo/Kompas.comSejumlah benda langit menarik teramati dari puncak Tambora pada Senin (23/3/2015). Bagian yang tampak seperti selendang adalah Bimasakti. Di bawahnya, ada dua titik terang, menunjukkan Alpha dan Beta Centauri. Tiga titik yang membentuk bangu segitiga dengan puncak terbalik adalah rasi Gubug Penceng.
|
EditorI Made Asdhiana

DOMPU, KOMPAS.com — Pendaki gunung maraton solo Willem Sigar Tasiam (58) menyelesaikan pendakian di Gunung Tambora, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dalam waktu 22 jam 50 menit. Willem mulai mendaki Gunung Tambora pada Kamis (28/4/2016) pukul 15.00 Wita.

"Willem sampai di base camp Pancasila pukul 13.50 Wita, terlambat sedikit dari target awal pukul 13.00 atau 14.00 Wita," kata wartawan Kompas.com yang mengikuti tim Navara "Jelajah Tanpa Batas", Sri Anindiati Nursastri, saat dihubungi di Dusun Pancasila, Jumat (29/4/2016) sore.

Sastri melanjutkan, Willem tiba di Pos Gerbang Pendakian Gunung Tambora di Jalur Pancasila pada pukul 13.00 Wita. Selanjutnya, Willem berjalan kaki menuju Dusun Pancasila selama 50 menit.

"Willem tiba di Pos 3 pukul 19.35 Wita, melanjutkan menuju Puncak Gunung Tambora pukul 01.00 Wita hari Jumat, dan tiba di puncak pukul 05.20 Wita, kembali turun pukul 08.00 Wita," ungkap perempuan berkerudung itu. 

Selama pendakian Gunung Tambora, cuaca dilaporkan tidak hujan. Informasi yang didapat dari Willem, matahari terbit di puncak Gunung Tambora dengan kondisi sedikit tertutup awan.

"Willem tidur di Pos 3. Bintang-bintang tadi malam terlihat jelas," ujar Sastri.

Sebelum memuncaki Gunung Tambora, Willem telah berhasil berdiri di atas puncak Gunung Kelimutu dengan ketinggian 1.639 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan puncak Gunung Inerie (2.245 mdpl) pada Selasa (26/4/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gunung Tambora adalah gunung stratovolcano yang masih aktif hingga saat ini, dan berketinggian 2.850 mdpl. Gunung Tambora memiliki tiga jalur pendakian, yakni di Dusun Pancasila, Desa Doro Ncanga, dan Desa Doropeti.

Ikuti kisah perjalanan pelari Willem Sigar di liputan khusus Kompas.com pada laman "Ekspedisi Alam Liar - 50 Gunung 40 Hari". Tim Kompas.com akan mengikuti perjalanan Willem mendaki 50 gunung secara lari maraton dalam 40 hari. 

Perjalanan menuju kaki gunung ditempuh dengan jalan darat menggunakan mobil Nissan All New Navara. Ekspedisi ini juga didukung oleh Pertamina dan Eiger.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.