Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/05/2016, 05:41 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

SAMBOJA, KOMPAS.com - Berwisata melihat orangutan biasanya dilakukan di kebun binatang, atau suaka margasatwa. Namun, tempat ini memfasilitasi wisatawan untuk melihat langsung, belajar, hingga berinteraksi dengan orangutan endemik Borneo langsung di Habitatnya.

Berlokasi di Kilometer 44, hutan kawasan konservasi Samboja Lestari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Wisatawan hanya menempuh waktu sekitar 50 menit dari bandara Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, menggunakan jalan darat. Wisata ini juga menyediakan penjemputan dari bandara tersebut, dengan menghubunginya terlebih dahulu.

Saat KompasTravel berkunjung dalam acara “Ecopia Support Orangutan” bersama PT Bridgestone Tire Indonesia, jalan yang dilalui terlihat baik. Anda akan jarang menemui lubang juga kemacetan jalan, walaupun pada waktu jam kerja sampai mulai memasuki kawasan Hutan Samboja Lestari.

Jalan berbatu nan menanjak menyambut wisatawan ketika masuk kawasan hutan konservasi tersebut. Sautan suara binatang hutan semakin jelas saat memasuki kawasan tersebut lebih dalam. Di beberapa simpang jalan hutan terdapat plang yang menunjukkan arah tujuan, seperti zona-zona kawasan, sampai penginapan.

Wisatawan akan dibawa terlebih dahulu ke sebuah penginapan, sekaligus kantor dari yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) dan tempat wisata tersebut. Wisatawan direkomendasikan berkunjung pada pagi dan siang hari, karena malam hari tidak melayani wisata dalam hutan tersebut.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Salah satu pulau di Orangutan Island, yaitu pulau lima terdapat 4 pasang ibu dan anak orangutan, salah satunya Ical yang berumur 5 tahun, anak dari Imut yang berumur 15 tahun.
Tak jauh dari penginapan dengan nama Samboja Lodge, wisatawan mulai diantar guide dari BOS memasuki kawasan konservasi, menggunakan mobil operasional dengan jenis tertentu yang mampu menelusuri medan hutan. Sahut-sahutan burung dan suara orangutan mulai menyambut wisatawan di area pertama yaitu kawasan Orangutan Island.

Terdapat tujuh pulau tempat rehabilitasi orangutan di area ini, dua diantaranya dibuka untuk wisatawan umum, yaitu Pulau Enam dan Pulau Lima. Sedangkan lima pulau lainnya hanya untuk pengelola, peneliti, dan relawan konservasi.

Disebut pulau, karena setiap kawasannya dibatasi dengan sungai kecil, termasuk membatasi areal wisatawan, sehingga hanya bisa melihat dari seberang sungai dengan lebar dua meter.

Di Pulau Enam ada orangutan bernama Bujang dan Ani yang harus direhabilitasi sepanjang hidupnya. Pulau ini disebut zona edukasi oleh para guide, karena mengajarkan wisatawan mengenai karakteristik orangutan sebelum direhabilitasi.

Bujang, pejantan yang dahulu merupakan orangutan sirkus, kini memiliki sifat terlalu kemanusiaan. Ia tak tertarik orangutan perempuan, tapi tertarik melihat manusia perempuan dengan karakter indo berkulit putih dengan rambut pirang panjang.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+