Kompas.com - 06/05/2016, 19:49 WIB
|
EditorAmir Sodikin

SELANDIA BARU, KOMPAS - Pemasaran pariwisata Indonesia kian dikembangkan ke target potensial, salah satunya Selandia Baru. Umumnya, Selandia Baru meminati wisata Indonesia terutama wisata kawasan hutan dan pantai.

Dengan membawa satu tim penari serta agen wisata lokal Indonesia, Kementerian Pariwisata mempromosikan wisata Indonesia secara langsung di Selandia Baru, Jumat (6/5/2016).

Promosi langsung itu akan berlangsung hingga 8 Mei. Promosi tersebut dimulai dengan promosi tujuan wisata kepada 10 agen wisata lokal di Hotel Pullman, Selandia Baru.

Selanjutnya akan dibuka gerai penjualan paket wisata Indonesia secara langsung di Mal Westfield Saint Lukes, Auckland, Selandia Baru.

Pada kesempatan promosi kepada para agen wisata, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Jose Antonio Tavares menyampaikan, bahwa tujuan wisata Indonesia tak hanya Bali. Tujuan wisata Indonesia ada beragam karena Indonesia terdiri atas 13.000 pulau.

"Wisata di Indonesia, bisa mengunjungi berbagai tempat. Ada Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan berbagai tempat lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut Kepala Bidang Strategi Pemasaran Pariwisata Asia Pasifik Budihardjanti mengatakan, Selandia Baru memang bukan target pasar pariwisata Indonesia.

Bahkan Selandia Baru tak masuk dalam 15 negara teratas yang memberikan kontribusi terbesar terhadapan kunjungan wisata di Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Australia.

Namun Selandia Baru potensial menambah kunjungan wisata Indonesia. Berdasarkan data kunjungan wisata Kementerian Pariwisata selama 2009 sampai 2014, jumlah wisatawan asal Selandia Baru terus merangkak naik, dari 37.704 pengunjung menjadi 79.380 pengunjung. Jumlah kunjungan itu tumbuh secara alami, tanpa digarap oleh Indonesia.

"Tanpa kami garap, kunjungan wisatawan dari Selandia Baru itu sudah tumbuh. Ini potensial sekali sehingga perlu digarap serius," jelasnya.

Beberapa agen wisata lokal Selandia Baru mengaku tertarik untuk memasarkan wisata Indonesia. Amanda, salah satunya mengaku, warga Selandia Baru tertarik berwisata ke kawasan hutan dan pantai untuk berselancar.

"Kami tertarik mencari tempat baru untuk wisata alam. Peminatnya lumayan banyak," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.