Kompas.com - 14/05/2016, 12:05 WIB
Pendaki gunung marathon solo Willem Sigar Tasiam (58) memulai pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Sarangan, Jawa Timur, Jumat (13/5/2016) sore. KOMPAS.com/Wahyu Adityo ProdjoPendaki gunung marathon solo Willem Sigar Tasiam (58) memulai pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Sarangan, Jawa Timur, Jumat (13/5/2016) sore.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

SARANGAN, KOMPAS.com - Pendaki gunung marathon solo Willem Sigar Tasiam (58) mendaki Gunung Lawu tanpa banyak bicara. Sepanjang jalur pendakian, Willem hanya berbicara sepatah dua patah kata.

Pantauan KompasTravel, ia hanya berbicara ketika berpapasan dengan pendaki-pendaki lain yang tengah mendaki Gunung Lawu. Ia juga melemparkan senyum ke pendaki-pendaki lain yang ditemui sepanjang perjalanan.

"Permisi," ucap Willem ketika tengah berpapasan dengan pendaki.

Ketika KompasTravel bertanya tentang kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu, ia juga hanya menjawab singkat. "Sekarang sudah tumbuh hutannya," jelasnya.

Sepanjang pendakian, ia terlihat berkonsentrasi untuk melangkahkan kaki. Tak terdengar keluhan-keluhan tentang jalur pendakian yang menanjak curam. Willem mulai mendaki pada pukul 15.00 WIB.

KompasTravel hanya mengikuti pendakian Willem hingga Pos Jolotundo yang berketinggian sekitar 3.125 meter di atas permukaan laut sebelum terpisah karena hujan deras disertai angin kencang.

Willem dan KompasTravel tiba di titik awal pendakian Cemoro Sewu pukul 09.00 WIB. Setelah menggapai puncak Gunung Lawu, kini tim ekspedisi "Jelajah Tanpa Batas-50 Gunung 40 Hari" menuju kaki Gunung Merbabu di Boyolali.

Gunung Lawu adalah gunung stratovolcano berketinggian 3.265 mdpl yang terletak di dua provinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu bisa didaki melewati jalur Cemoro Sewu, Sarangan, Jawa Timur dan Cemoro Kandang, Tawang Mangu, Jawa Tengah.

Ikuti kisah perjalanan pelari Willem Sigar di liputan khusus Kompas.com pada laman "Ekspedisi Alam Liar - 50 Gunung 40 Hari". Tim Kompas.com mengikuti perjalanan Willem mendaki 50 gunung secara lari maraton dalam 40 hari. 

Perjalanan menuju kaki gunung ditempuh dengan jalan darat menggunakan mobil Nissan All New Navara. Ekspedisi ini juga didukung oleh Pertamina dan Eiger.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.