Kompas.com - 18/05/2016, 11:34 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

WONOSOBO, KOMPAS.com - Pendaki gunung maraton solo Willem Sigar Tasiam (58) menyelesaikan pendakian Gunung Sindoro, Jawa Tengah, Rabu (18/5/2016) pagi. Ia tercatat menjadi salah satu dari sedikit pendaki solo Indonesia yang mendaki Gunung Sindoro via Desa Sigedang, Wonosobo.

Petugas basecampe pendakian Gunung Sindoro via jalur Sigedang, Wahyu Slamet, mengatakan pendaki solo yang mendaki Gunung Sindoro biasanya berasal dari luar negeri. Ia menyebutkan pendaki-pendaki tersebut berasal dari Jepang dan Ukraina.

"Waktu itu dua pendaki dari Jepang dan satu pendaki solo dari Ukraina itu tahun 2014. Sisanya banyak yang mendaki kelompok," kata Slamet kepada KompasTravel saat mengantarkan Willem ke Pos 2 Pendakian Gunung Sindoro menggunakan Navara, Rabu (18/5/2016) dini hari.

Ia mencatat Willem sebelumnya pernah mendaki Gunung Sindoro via Desa Sigedang atau perkebunan teh Tambi pada tahun 2014. Kala itu, Willem juga diantarkan menuju Pos 2 di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Habis itu dia mendaki sendiri lagi. Yang anter nunggu di Pos 2," ungkap Slamet.

Willem juga bercerita pendakian Gunung Sindoro sebelumnya dalam rangka Ekspedisi 40 Gunung 32 Hari" pada tahun 2014. Ia mendaki secara solo diantarkan temannya yang berasal dari Pekalongan.

Kali ini, Willem mulai mendaki Gunung Sindoro pada pukul 12.30 WIB dari Pos 2 Jalur Sigedang. Ia kembali turun pada pukul 09.25 WIB di Pos 2.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Gunung Sindoro dilihat dari Desa Sigedang, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (18/5/2016) pagi.
Saat ini tim ekspedisi "Jelajah Tanpa Batas-50 Gunung 40 Hari" akan menuju kaki Gunung Argo Jembangan di Desa Gumelem, Kabupaten Banjarnegara. Setelah Gunung Argo Jembangan, tim akan menuju kaki Gunung Slamet di Kabupaten Purbalingga.

Basecamp pendakian Gunung Sindoro via Desa Sigedang berada di ketinggian 1.800 mdpl dan puncak Gunung Sindoro berada di ketinggian 3.150 mdpl. Gunung Sindoro juga bisa didaki melalui Jalur Kecamatan Kledung, Temanggung.

Ikuti kisah perjalanan Willem Sigar di liputan khusus Kompas.com pada laman "Ekspedisi Alam Liar - 50 Gunung 40 Hari". Tim Kompas.com mengikuti perjalanan pendakian Willem mendaki 50 gunung secara maraton dalam 40 hari. 

Perjalanan menuju kaki gunung ditempuh dengan jalan darat menggunakan mobil Nissan All New Navara. Ekspedisi ini juga didukung oleh Pertamina dan Eiger

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

Jalan Jalan
Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Jalan Jalan
Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Travel Update
Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Jalan Jalan
Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Travel Tips
Festival Budaya Jalin Merapi di Deles Indah Klaten, Berlatar Panorama Gunung Api

Festival Budaya Jalin Merapi di Deles Indah Klaten, Berlatar Panorama Gunung Api

Travel Update
3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

3 Tips Bikin Visa Schengen, Jangan Beri Itinerary Fiktif

Travel Tips
3 Rumah Sakit di Malang Siap Beri Layanan Wisata Medis

3 Rumah Sakit di Malang Siap Beri Layanan Wisata Medis

Travel Update
7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini

7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini

Jalan Jalan
Itenarary 3 hari 2 malam di Lombok dan Gili Trawangan, Gowes di Desa

Itenarary 3 hari 2 malam di Lombok dan Gili Trawangan, Gowes di Desa

Itinerary
Lokasi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Ini 5 Fakta Loji Gandrung Solo

Lokasi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Ini 5 Fakta Loji Gandrung Solo

Jalan Jalan
Taman Langit Gunung Banyak Ditetapkan Jadi Shelter Tourism, Apa Itu?

Taman Langit Gunung Banyak Ditetapkan Jadi Shelter Tourism, Apa Itu?

Travel Update
Warga Hawaii Beramai-ramai Tonton Letusan Mauna Loa yang Langka

Warga Hawaii Beramai-ramai Tonton Letusan Mauna Loa yang Langka

Travel Update
6 Fakta Pura Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina

6 Fakta Pura Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina

Jalan Jalan
10 Hidden Gem Bali, Wisata Anti-mainstream buat Libur Akhir Tahun

10 Hidden Gem Bali, Wisata Anti-mainstream buat Libur Akhir Tahun

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.