Kompas.com - 19/05/2016, 04:26 WIB
EditorI Made Asdhiana

MATARAM, KOMPAS.com - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, diminta segera menyiapkan lahan untuk digunakan sebagai pusat wisata kuliner Timur Tengah, menyusul akan masuknya maskapai penerbangan Emirates ke daerah ini.

"Belum lama ini tim dari Kementerian Pariwisata menyampaikan hal itu, dan meminta Kota Mataram menyiapkan lahan untuk dijadikan pusat wisata kuliner Timur Tengah," kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Rabu (18/5/2016).

Berdasarkan informasi dari tim Kementerian Pariwisata (Kemenpar), menurut Mohan, maskapai penerbangan Emirates mulai masuk ke Bandara Internasional Lombok (BIL) pada bulan Desember 2016.

Karena itu, Kota Mataram yang masuk dalam tim 10 untuk percepatan wisata halal harus dapat mendukung pemerintah dalam melaksanakan program di bidang pariwisata, salah satunya penyiapan lahan sebagai pusat wisata kuliner Timur Tengah.

"Jika kita sudah bisa siapkan lahan, Kementerian Pariwisata akan memberikan dukungan anggaran untuk program tersebut," katanya.

Wakil Wali kota mengatakan, wisata kuliner Timur Tengah di Kota Mataram saat ini memang sudah ada di beberapa titik terutama di kawasan Ampenan sebab Ampenan menjadi salah satu pusat tempat tinggal warga keturunan Arab.

"Bahkan salah satu kampung di Ampenan bernama Kampung Arab, mengingat di Ampenan dulu terdapat pelabuhan penyeberangan sebelum pindah ke Lembar Kabupaten Lombok Barat, sehingga banyak keturunan Arab yang datang untuk berniaga," ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Mohan Roliskana, Kemenpar menginginkan agar wisata kuliner Timur Tengah itu terpusat pada satu titik, dan wacana sementara selain di Jalan Udayana adalah di kawasan Ampenan.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah kota mulai melakukan sosialisasi terhadap rencana Kemenpar tersebut, agar sebelum maskapai penerbangan Emirates terbang ke BIL, sarana tersebut sudah siap.

"Peluang ini kami yakini bisa mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus kesejahteraannya, di samping mendukung program pemerintah secara nasional," kata Mohan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.