Kompas.com - 21/05/2016, 20:04 WIB
Mulyana meniti tali saat aksi highline di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (13/2/2016). KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMOMulyana meniti tali saat aksi highline di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (13/2/2016).
EditorHeru Margianto

KOMPAS.com - Olahraga ini hanya untuk mereka yang punya nyali. Namanya slackline, yaitu meniti tali yang terentang di antara dua jangkar.

Ada banyak komunitas slackline di Indonesia. Biasanya tali yang dititi direntangkan di antara dua titik pohon dengan ketinggian satu hingga tiga meteran.

Talinya tentu saja tali khusus yang terbuat dari bahan nilon atau poliester. Lebarnya hanya 2,5 cm. Mirip pemain sirkus.

Bagaimana jika tali selebar 2,5 cm itu direntangkan di antara dua gedung di ketinggian puluhan meter atau malah direntangkan di antara dua puncak gunung di ketinggian ratusan meter.

Punya nyalikah Anda untuk menitinya?

Sampai saat ini, baru tiga orang Indonesia ini yang melakukannya. Rekor pertama di Indonesia. Mereka adalah Mulyana (Dadeng), Ceppy Bekajaya, dan Gin Gin Ginanjar yang tergabung dalam komunitas pecinta olahraga ekstrem “Pushing Panda”, Bandung.

Mereka menaklukkan rentang tali sepanjang 33,6 meter di atas ketinggian 60 meter meter di antara dua gedung apartemen Sentra Timur Residences, Pulo Gebang, Jakarta Timur. Bentangan tali di antara gedung-gedung tinggi biasanya disebut sebagai urban highline.

Tak cukup sampai di situ, berikutnya mereka mencetak rekor pertama yang lain dengan meniti tali yang terbentang sejauh 35 meter dan 50 meter di antara dua pucuk tebing Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat, di atas ketinggian 899 meter. Yang ini disebut mountain highline.

KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMO Aksi Mulyana meniti tali di ketinggian 899 meter di antara dua pucuk Gunung Parang, Purwarkara, Jawa Barat, memecahkan rekor mountain highline tertinggi di Indonesia dengan panjang lintasan 35 meter dan 50 meter.
Bagaimana rasanya?

“Seperti berdansa dengan kematian,” kata Dadeng.

Meski sudah berkali-kali melatih diri mempersiapkan mental, kata dia, kendali emosi dan kesempurnaan stamina, serta ketakutan tetap hadir di antara batas-batas keberanian.

Di atas bentang tali, ketiganya melawan rasa takut. Lebih dari itu, mereka berjuang mengalahkan diri sendiri.

Simak kisah rekor pertama yang tercipta di Indonesia itu dalam tayangan multimedia “Slackline, Meniti Puncak-puncak Adrenalin”.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.