"Backpacker" ke Ijen via Bondowoso, Ini Rutenya - Kompas.com

"Backpacker" ke Ijen via Bondowoso, Ini Rutenya

Kompas.com - 22/05/2016, 07:21 WIB
KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Pemandangan Kawah Wurung, salah satu destinasi wisata di Pegunungan Ijen.

BONDOWOSO, KOMPAS.com - Pegunungan Ijen di Jawa Timur memiliki pesona yang luar biasa. Tak hanya terkenal dengan kawah Ijen dan aktivitas tambang belerang, pegunungan Ijen juga terkenal akan api biru abadi, Kawah Wurung, air terjun Belawan, juga perkebunan kopi arabika.

Berkunjung ke Pegunungan Ijen merupakan pilihan yang tepat untuk berlibur menikmati suasana sejuk dan tenang, keluar dari hiruk pikuk kota besar.

Untuk mengunjungi Pegunungan Ijen, ada dua alternatif yakni melalui Kabupaten Bondowoso dan Bayuwangi. Banyak angkutan umum yang tersedia di daerah Bondowoso begitu pula Bayuwangi.

Sehingga bagi Anda yang ingin berkunjung ke Pegunungan Ijen ala backpacker, tersedia pilihan transportasi dan akomodasi dengan harga terjangkau.

Ke Pegunungan Ijen via Bondowoso, rute pertama adalah memesan tiket kereta menuju stasiun Jember dari Stasiun Surabaya Gubeng, degan KA Sri Tanjung. Harga tiket kereta ekonomi AC berkisar Rp 50.000. Sampai di Stasiun Jember, naiklah angkutan umum ke arah Terminal Arjasa Jember dengan tarif Rp 3.000.

Dari terminal Arjasa, pilih angkutan umum menuju Terminal Bondowoso. Anda akan dipatok tarif sekitar Rp 7.000 untuk rute Terminal Arjasa sampai Terminal Bondowoso. Perjalanan masih belum berhenti.

Di Terminal Bondowoso sudah ada angkutan umum menuju Sempol dengan tarif Rp 25.000. Tarif agak sedikit tinggi lantaran jarak Terminal Bondowoso sampai Sempol memang jauh. Sekitar 60 kilometer dan menghabiskan waktu sekitar dua jam.

Menuju perbatasan Sempol, pemandangan perkebunan kopi dan bunga liar di sepanjang jalan akan menghiasi perjalanan Anda. Sesampainya di Sempol, sudah menunggu banyak ojek wisata yang dapat mengantarkan Anda ke lokasi wisata di Pegunungan Ijen. Tarif ojek wisata biasanya sesuai dengan tawar menawar dengan pengendara ojek.

Saran KompasTravel, buatlah pengaturan waktu dengan tepat dan dari pagi hari. Sebab semakin sore, jumlah angkutan umum akan semakin sedikit, juga penerangan jalan menuju Sempol dan Ijen tak begitu memadai, ditambah kontur jalanan yang masih belum mulus. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X