Kompas.com - 22/05/2016, 17:03 WIB
Pengunjung mengamati deretan pohon kapuk randu di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/4/2015). KOMPAS/PRIYOMBODOPengunjung mengamati deretan pohon kapuk randu di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/4/2015).
EditorNi Luh Made Pertiwi F

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat meluncurkan Bus Pariwisata yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

"Bus Pariwisata ini jumlahnya satu unit, akan dioperasikan Agustus 2016 mendatang," kata Direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor, Krinas Kuhcahyo, di Bogor, Senin (16/5/2016).

Krina mengatakan, persiapan pengoperasian bus pariwisata tersebut telah disampaikan kepada Wali Kota Bogor dalam audiensi yang dilaksanakan Senin pagi tadi.

Ia mengatakan, bus pariwisata tersebut merupakan bantuan dari Bank Jabar Banten (BJB) melalui dana pertanggungjawaban sosialnya.

"Bus ini memfasilitasi masyarakat yang ingin berkeliling mengunjungi sejumlah tempat wisata di Kota Bogor, gratis tanpa dipungut biaya," katanya.

Rute yang akan dilalui bus tersebut, lanjut Krisna masih dalam pembahasan dengan dinas terkait seperti Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, DLLAJ dan Kepolisian.

Menurutnya, untuk pengelolaan bus pariwisata tersebut akan melibatkan komunitas Bogor Sahabat karena BUMD tidak bisa menerima CSR.

"Akan kita serah terimakan pengelolaan kepada Komunitas Bogor Sahabat," katanya.

Terkait peluncuran bulan Agustus, lanjutnya, karena kondisi bus masih dalam produksi, perakitan membutuhkan waktu 60 hari. Bus dirancang dengan sangat unik, mulai dari tempat duduk, dan memiliki ornamen Kujang sebagai ciri khas Kota Bogor.

"Bus bisa dinikmati masyarakat gratis, sekaligus dapat meningkatkan kunjungan wisata di tempat-tempat wisata yang kita miliki," katanya.

Asisten Ekonomi Pembangunan Kesejahteraan Setdakot Bogor Toto M Ulum mendukung langkah pengoperasian bus pariwisata kepada komunitas Bogor Sahabat.

"Sebelum diserahterimakan kepada komunitas Bogor Sahabat, terlebih dahulu harus mengajukan proposal ke BJB. Setelah bus selesai, pengelolaan dilakukan PDJT tanpa ada tarif," katanya.



Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X