Kompas.com - 25/05/2016, 20:03 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

SOLO, KOMPAS.com - Solo memiliki keunikan tersendiri, terutama kawasan cagar budaya peninggalan leluhur yang kaya akan sejarah, bangunan dan lingkungan, tradisi dan sosial budaya, serta industri.

Adapun kawasan tersebut adalah Kampoeng Batik Laweyan, Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan di Solo bagian barat. Kampung ini dijadikan kawasan cagar budaya sejak 2010.

Berbagai elemen yang ada di dalam kampung batik Laweyan menjadi pusaka nasional, seperti bangunan. Bangunan di kampung ini masih terawat dngan gaya arsitektur Eropa dan Jawa.

Setiap perempatan dibangun jalan berpaving dan terpasang plakat-plakat bertuliskan Kampoeng Batik Laweyan dengan corak batik.

Sebagai kampung batik, wisatawan dapat berkunjung, belajar, dan berbelanja batik di toko, galeri, pabrik, dan museum batik.

Ketua paguyuban Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono (56), menjelaskan, kawasan batik Laweyan dikembangkan oleh 1980-an pengusaha batik dengan spesialisasi masing-masing.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Para perajin menyelesaikan pembuatan batik cap di salah satu workshop toko batik di kawasan Kampung Batik Laweyan, Kota Solo, Rabu (9/4/2013). Sebagai sentra batik tertua di Solo dan kawasan heritage, Laweyan menjadi salah satu tujuan wisatawan bila mengunjungi kota ini.
"Tahun 80-an pengusaha batik di kampung batik Laweyan memiliki spesialisasi masing-masing mulai dari pabrik pembuatan batik, toko, galeri, dan museum," terangnya kepada TribunSolo.com, Senin (23/5/2016).

Namun ditambahkan Alpha, 30 persen dari 80 pengusaha batik di kampung batik Laweyan memiliki usaha batik yang komplit seperti terdapat pabrik pembuatan beserta toko penjualan batik.

Seperti batik putra laweyan, merak manis, batik pria tampan, dan batik mahkota Laweyan. Kawasan batik Laweyan menjual batik berupa pakaian, kerajinan tangan, lukisan, kain, dan sebagainya.

Harga batik juga bermacam, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Alpha menambahkan, Kampoeng Batik Laweyan memiliki visi dan misi lokal yang menggelobal.

Menjadikan kampung batik Laweyan menjadi kamung ekonomi, kampung budaya, dan kampung kreatif.

"Dan tujuannya adalah menjadikan Solo eco, culture  dan creative city," katanya.

"Solo sebagai kota green batik dunia, ke depan akan ada program untuk tidak merusak lingkungan, nulai dari pemgadaan bahan baku batik (kain), hingga proses pembuatan batik memggunakan bahan-bahan ramah lingkungan," jelas Alpha kepada TribunSolo.com.

Bagi wisatawan luar kota Solo yang hendak berkunjung ke kampung batik Laweyan, lokasinya mudah diakses.

Dari Stasiun Purwosari Solo (Jalan Slamet Riyadi) ke timur, perempatan Purwosari (hotel Sala View) ke selatan (Jalan Perintis Kemerdekaan), Kampoeng Batik Laweyan terdapat di selatan Jalan Dr Rajiman. (TribunSolo.com/Chrysnha Pradipha)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Travel Update
5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

Travel Update
Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Jalan Jalan
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Travel Update
Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Travel Update
Mal hingga Sungai Han, Lokasi Terdampak Banjir di Korea Selatan

Mal hingga Sungai Han, Lokasi Terdampak Banjir di Korea Selatan

Travel Update
3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

3 Fakta Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak yang Baru Diresmikan Jokowi

Travel Update
5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

5 Tips Keliling Ngarai Sianok di Sumatera Barat Naik Jip Offroad

Travel Tips
Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Berwisata ke Bantul Saat Bulan Suro, Ada Banyak Event Budaya

Travel Update
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Momentum Tingkatkan Kualitas UMKM Lokal

Travel Update
Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Jalan Jalan
Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Travel Update
Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.