Kampung Teletubbies, Kampung Unik dengan Rumah-rumah Tahan Gempa

Kompas.com - 27/05/2016, 19:05 WIB
Suasana di Kampung Teletubbies, Sleman. TRIBUN JOGJA/ HAMIM THOHARISuasana di Kampung Teletubbies, Sleman.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Jadi desa wisata

Perkampungan ini kini menjadi salah satu desa wisata andalan Sleman. Pengunjung yang masuk ke perkampungan ini langsung disambut deretan rumah berbentuk kubah. Warnanya didominasi putih.

Setiap rumah hunian berukuran diameter 7 meter dengan tinggi rumah 4,6 meter. Rumah tersebut terdiri dari dua lantai dilengkapi dengan ruang tamu, dua buah kamar, dapur, dan bagian atas yang berlantai kayu dibiarkan tanpa sekat.

Ada dua buah pintu di bagian depan dan belakang serta empat buah jendela. Rumah tersebut dibangun dengan bentuk setengah lingkaran bukanlah tanpa alasan. Dengan bentuk tersebut, rumah ini diyakini tahan terhadap gempa bumi.

Diungkapkan Widi, meskipun ukuran rumah tidak terlalu besar, tetapi hidup di rumah dome cukup nyaman.

"Saat pertama kali pindah, rumah ini kami tempati berempat dan cukup nyaman," ujarnya.

Sebagai Desa Wisata, Desa New Nglepen juga menyediakan beberapa fasilitas bagi wisatawan. Di komplek perumahan ini juga disediakan wahana permainan bagi anak-anak seperti kereta mini, ayunan, papan seluncur dan jungkat jungkit.

Pengunjung yang datang juga bisa masuk ke dalam rumah untuk melihat suasana rumah Teletubbies. Pengunjung yang tertarik ingin menginap juga tersedia beberapa rumah yang disewakan untuk menginap.

Kawasan wisata rumah Teletubbies juga menyediakan area perkemahan untuk pengunjung yang ingin berkemah di dekat rumah Teletubbies tersebut. Pada hari minggu atau hari libur biasanya akan ada badut teletubbies, sehingga wisatawan yang berkunjung bisa berpose bersama mereka.

Untuk masuk ke perkampungan tersebut setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 3.000. Saat ini kegiatan wisata di New Nglepen ini dikelola oleh Karang Taruna desa tersebut.

Kompleks perkampungan rumah dome ini terletak tidak jauh dari Istana Ratu Boko. Untuk mencapai tempat ini wisatawan cukup menyusuri jalan raya Prambanan – Piyungan.

Jika datang dari arah Prambanan, setelah melewati Kompleks Istana Ratu Boko perhatikan petunjuk arah yang ada di kiri jalan. Dari jalan raya silahkan belok kiri mengikuti petunjuk arah yang ada. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X