Ini Trik agar Ditemukan Tim SAR Saat Tersesat di Gunung

Kompas.com - 31/05/2016, 10:19 WIB
Pendaki melewati jalur pendakian Kawah Gunung Papandayan, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2016) siang.
KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOPendaki melewati jalur pendakian Kawah Gunung Papandayan, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2016) siang.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak pendaki bingung, panik, atau memilih jalur asal-asalan ketika tersesat di gunung. Jika tak bertemu pendaki lain, coba lakukan beberapa trik ini agar mudah ditemukan tim SAR.

Tersesat adalah salah satu kemungkinan terburuk saat Anda mendaki gunung. Bukannya mendoakan, tetapi kemungkinan seperti ini bisa saja terjadi. Oleh karena itu, sebelum mendaki, persiapan harus dilakukan secara matang.

Namun, jika kemungkinan buruk itu menimpa Anda, jangan panik. Tetaplah berkepala dingin dan lakukan beberapa hal agar Anda bertemu pendaki lain. 

Pendaki gunung senior dari Mapala UI, Adi Seno, mengatakan, lebih baik Anda kembali ke titik start atau langsung menuju puncak. Dengan begitu, kemungkinan Anda bertemu pendaki akan lebih besar.

Namun, jika Anda sudah mengambil jalur yang salah dan berputar terlalu jauh, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat tanda.

"Jika sudah terlampau jauh, buatlah tanda. Bisa dengan apa saja. Misal, bungkus mi instan ditulis dengan nama dan digantungkan di pohon, atau apa saja," tutur Adi Seno kepada KompasTravel, Senin (30/5/2016).

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pendaki menapaki padang sabana menuju puncak Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Minggu (24/1/2016). Saat ini, 90 persen pendaki gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut itu adalah wisatawan mancanegara.
Jika Anda melihat lahan kosong dan terbuka, istirahatlah di sana. Di lahan tersebut, Anda bisa membuat susunan batu atau kayu berbentuk nama. Ini agar keberadaan Anda terlihat jika tim SAR mencari lewat udara.

"Tanahnya dibersihkan dahulu, cari kayu yang ukurannya agak besar. Jika ada lembah, kemungkinan ada air mengalir. Coba isi persediaan minum di sana," tutur Adi Seno.

Trik terakhir yang bisa dilakukan adalah mengikat atau menaruh barang-barang "simbolik" diri kita di perjalanan. Bisa berupa syal, baju, kain, atau benda lainnya.

"Sebelum mendaki harus meninggalkan pesan ke orang atau petugas registrasi. Perlihatkan kita bawa apa saja sehingga nanti mudah dicari petunjuknya," tambah Adi Seno.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X