Kompas.com - 01/06/2016, 17:12 WIB
Turis dari kapal pesiar MV Clipper Odyssey mengenakan pakaian khusus saat memasuki kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (10/1/2013). Kapal yang mengangkut 150 penumpang dari berbagai negara dalam tour wisata Zegrahm Expedition tersebut melego jangkar selama enam jam di lepas pantai Banda Aceh untuk membawa para turis melakukan city tour ke beberapa situs sejarah dan tsunami Aceh. SERAMBI/M ANSHARTuris dari kapal pesiar MV Clipper Odyssey mengenakan pakaian khusus saat memasuki kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (10/1/2013). Kapal yang mengangkut 150 penumpang dari berbagai negara dalam tour wisata Zegrahm Expedition tersebut melego jangkar selama enam jam di lepas pantai Banda Aceh untuk membawa para turis melakukan city tour ke beberapa situs sejarah dan tsunami Aceh.
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata mengembangkan wisata halal (halal tourism) di berbagai provinsi untuk menjaring wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, termasuk wisatawan nusantara.

"Wisata halal sangat besar potensinya," kata Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Watie Moerany dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (1/6/2016), dari "Sosialisasi Strategi Kerja Sama Pemasaran Wisata Halal" di Makassar, Sulsel, 31 Mei - 1 Juni 2016.

Sebulan terakhir, Kementerian Pariwisata giat menggelar wisata halal di berbagai ibu kota provinsi seperti di Jakarta pada 10-12 Mei 2016, di Banda Aceh 18-20 Mei 2016, di Padang 23-25 Mei 2016, di Makassar 30 Mei-1 Juni 2016, dan di Bandung pada 2-4 Juni 2016.

Menurut Watie, Menteri Pariwisata Arief Yahya telah membentuk tim percepatan pengembangan wisata halal.

"Dari analisa kajian tim percepatan pariwisata halal ini, tersusun strategi percepatan pariwisata halal yang disosialisasikan," katanya.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Berwisata di Taman Bunga Nusantara, Jawa Barat.
Kemenpar menyosialisasikan wisata halal itu kepada seluruh pemangku kepentingan pariwisata seperti kalangan industri dan bisnis pariwisata, asosiasi, hingga kalangan akademisi, Polri, Majelis Ulama Indonesia, dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan, termasuk media.

Pergerakan wisatawan Muslim di Indonesia, kata Watie, tahun lalu sangat tinggi, dari seluruh perjalanan wisatawan nusantara tahun 2015 yang mencapai 255 juta perjalanan dan pengeluaran total Rp 203,61 triliun.

Menurut data Kemenpar, pengeluaran wisatawan Muslim nusantara pada tahun 2011 Rp 160,3 triliun sedangkan tahun 2015 Rp 179,2 triliun.

Pada tahun 2011 sampai dengan 2015 mengalami kenaikan sebesar 7 tujun persen untuk rata-rata pertumbuhan capaian, sedangkan pada tahun 2015 sampai dengan 2019 ditargetkan mengalami kenaikan sebesar lima persen.

Lombok mendapat penghargaan dan pengakuan sebagai destinasi "World Best Halal Tourism" dan "World Best Halal Honeymoon" pada ajang kompetisi dunia "The World Halal Travel Summit/Exhbition" yang diumumkan di Uni Emirat Arab (UEA) pada 2015.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Atraksi kesenian khas Lombok, 'gendang beleq' pada peresmian Hotel d'Praya Lombok di Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/10/2014).
Kementerian Pariwisata juga berharap dari pengembangan wisata halal itu banyak mendatangkan wisman, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

Apalagi saat ini banyak maskapai penerbangan yang terbang dari Timur Tengah, mulai dari Emirates, Qatar, Etihad, reguler masuk ke Tanah Air. Kemenpar mengupayakan penambahan jumlah penerbangan langsung ke Lombok, Aceh, Bandung, Surabaya, Jakarta, Medan, Makassar, selain Bali dan Manado.

Disebutkan terdapat sekitar 140 juta perjalanan wisata dari penduduk Timur Tengah tiap tahunnya dan sebagian besar ke Eropa. Untuk kawasan ASEAN, pilihan pertama mereka adalah ke Thailand, Singapura, Malaysia dan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.